Polisi Sembunyi di Balik Mobil Takut Peluru, Eh. Warga Berani Nonton Tak Takut

Dibalik setumpuk pujian itu, malah ada yang meremehkan kemampuan Polri yang malah bersembunyi dalam aksi tembak-menembak

Polisi sembunyi di balik mobil saat sedang terjadi tembak menembak dengan kelompok teroris jadi meme 

Berdasarkan data kepolisian terbaru, Jumat pagi, sebanyak 7 orang tewas dan 26 orang terluka dalam aksi bom bunuh diri yang disertai penembakan itu.

Terkait dengan aksi teror yang menurut banyak pihak kalau intelejen telah kecolongan, namun tidak dengan apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

Pasalnya negara sulit menebak jalan pikiran orang. Pelaku teroris tidak menggunakan alat komunikasi, dan bergerak dalam kelompok-kelompok kecil.

"Intelijen secanggih apa pun akan sulit atau hampir tidak mungkin menduga pikiran orang dan pikiran hatinya," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Luhut mengungkapkan, intelijen berhasil mendapatkan informasi mengenai pergerakan kelompok Bahrun Naim sejak Desember 2015. 

Namun, kata Luhut, aparat keamanan tidak menduga jika kelompok ini akan beraksi di kawasan dekat Sarinah, Jakarta Pusat.

Ia melanjutkan, pergerakan kelompok teroris sulit diduga karena alur komunikasinya menggunakan kurir dan bergerak dalam kelompok kecil. 

Luhut bahkan menilai, pergerakan kelompok teroris lebih sulit diduga dibanding operasi militer.

"Jadi, yang tidak bisa kita duga adalah kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan. Kalau operasi militer itu menggunakan peralatan komunikasi atau gerakan lebih besar, lebih ganpang dimonitor," kata Luhut.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved