Breaking News:

Guru Honorer dan Wartawan Ini Lakoni Pemalsuan SIM dan Kartu Pers

“Kalau SIM palsu harganya 150 ribu tapi kalau kartu pers palsu 100 ribu. Aku wartawan Kupas Tuntas News,"

Tribun Medan/ Indra Gunawan
Albon, pemalsu SIM yang diciduk Satreskrim Polres Deliserdang saat dihadirkan pada gelar paparan, Rabu (27/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Satu di antara lima tersangka pemalsu SIM (surat izin mengemudi) yang ditangkap Polres Deliserdang adalah seorang pria berprofresi wartawan dan guru honorer. Ia adalah Albon Simbolon (52) yang mengaku sebagai wartawan mingguan lokal.

Kepada wartawan, Albon yang mengaku sudah memiliki tiga orang anak ini juga sering melakoni penjualan kartu identitas wartawan atau kartu pers kepada warga. Untuk satu kartu pers, ia menjualnya dengan harga Rp 100 ribu.

“Kalau SIM palsu harganya 150 ribu tapi kalau kartu pers palsu 100 ribu. Aku wartawan Kupas Tuntas News. Sehari hari ngajar juga sebagai guru matematika dan olahraga di sekolah swasta,” ujar Albon ketika ditemui di Polres Deliserdang Rabu, (27/1/2016)

Ia mengaku sudah dua tahun menjadi wartawan. Meski tidak tiap hari menulis berita namun ia menyebut sering juga melakukan peliputan di lapangan.

“Aku hanya bantu-bantu orang ajanya. Tapi aku tahu salah memalsukan SIM, makanya nyesal. Kalau kartu pers itu sudah ada sekitar 40 keping kujuali sama orang orang,” kata Albon lalu menundukkan kepala.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved