Ini Alasan Kaleng Minyak dan Cat Muncul dalam Pilar Bangunan yang Runtuh di Taiwan
Fakta mengejutkan muncul dari runtuhnya bangunan 17 lantai saat terjadi gempa bumi di Taiwan dengan ditemukannya kaleng minyak dan cat
TRIBUN-MEDAN.com - Fakta mengejutkan muncul dari runtuhnya bangunan 17 lantai saat terjadi gempa bumi di Taiwan dengan ditemukannya kaleng minyak dan cat di pilar bangunan yang runtuh.
Setelah terjadi gempa 6,4 SR yang melanda Taiwan selatan Sabtu pagi, yang menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai ratusan lainnya, muncul kontroversi dengan penemuan tersebut di antara pilar bangunan.
Namun, para pakar mengklaim bahwa pemilik bangunan tidak bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan.

Bangunan Wei Guan Golden Dragon, terletak di distrik Yongkang Tainan dan terdiri dari 200 unit rumah, adalah salah satu dari 10 bangunan yang runtuh karena gempa yang terjadi pada akhir pekan yang lalu.
AERIAL FOOTAGE of a collapsed 17-story residential building in Tainan, brought down by this morning's 6.4 magnitude earthquake in southern Taiwan.So far, at least 2 people have been killed by the quake, a 10-day-old girl and a 40-year-old man. 221 have been rescued and 115 hospitalized, Tainan city officials said.ALSO WATCH: http://on.fb.me/1XavQq1
Dikirim oleh Shanghaiist pada 5 Februari 2016
Sebanyak 113 dari 256 orang diyakini masih tertimbun di dalam reruntuhan. Dan pencarian korban selamat masih terus dilakukan hingga saat ini.
Setelah foto dari kaleng minyak dan cat yang muncul dari pilar bangunan diambil dan diedarkan secara online, Menteri Dalam Negeri Chen Wei-zen mengumumkan peluncuran penyelidikan pengembang bangunan Wei Guan.
Namun seorang teknisi bernama Tai Yun Fa berpendapat bahwa kehadiran kaleng minyak di pilar bangunan tidak seharusnya ada.
Menurut Tai, pembangunan apartemen Wei Guan di awal 90-an, kaleng minyak biasa digunakan untuk memperbesar pilar tanpa secara signifikan menambah berat bangunan.
Namun, itu "masuk akal" mengingat kaleng itu dimaksudkan sebagai pengganti beton bertulang sudah ada.
Rupanya, penggunaan kaleng minyak di konstruksi bangunan tidak dilarang sampai September 1999 di mana terjadi gempa bumi mematikan menimbulkan korban jiwa 921 oranmg menyulut kontroversi yang sama.
Dari sini dan seterusnya, styrofoam dan bekisting papan dilarang digunakan untuk memperbesar pilar bangunan.


:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kaleng-minyak-dan-cat-muncul-di-bangunan-17-lantai-yang-runtuh-di-taiwan_20160208_165455.jpg)