Legenda Pusuk Buhit
Ini Keindahan Jalur Singkat ke Gunung Pusuk Buhit
Pemandangan barisan bukit sudah tampak sedari kaki gunung. Bagi anda yang berjiwa berpetualangan kawasan Pusuk Buhit memiliki kontur lahan yang sangat
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com - Langkah kaki terasa berat sedari di kaki gunung, bukan karena kelelahan tapi karena asyik ingin mendokumentasikan tiap sudut dengan angle bukit dan pemandangan sekitar.
Beginilah tingkah wisatawan yang baru datang mendaki gunung Pusuk Buhit yang kini diminati pendaki pemula maupun profesional.
Ada 3 kecamatan yang berada langsung di bawah gunung Pusuk Buhit, yakni Kecamatan Sianjur Mula-mula, Pangururan dan Harian Boho.

Baca: Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Pusuk Buhit
Pemandangan barisan bukit sudah tampak sedari kaki gunung. Bagi anda yang berjiwa berpetualangan kawasan Pusuk Buhit memiliki kontur lahan yang sangat berbeda dari gunung-gunung lainnya di Sumatera Utara.
Jalan berliku-liku yang memutari bukit. Menawarkan padang savana seperti yang ada di pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok. Bahkan keindahan bunga matahari tumbuh mekar menjadi penghias di kawasan kaki gunung.
Jika cuaca sedang tidak berkabut, pemandangan bukit-bukit seputaran Danau Toba dan persawahan yang berkotak-kotak dengan aneka warna tampak indah dari atas gunung.
Baca: Air Kolam Bidadari di Pusuk Buhit Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit
Ada jalur yang cukup menantang, yakni melewati 7 tanjakan dengan melewati kontur tanah yang curam dan terjal, lama perjalanan paling lama 4 jam.
Rute tersebut merupakan jalur dari Desa Limbong, akses yang sudah dibuka oleh masyarakat sekitar yang juga sering menyambangi puncak bukit untuk memanjatkan harapan. Ya, Pusuk Buhit masih dianggap gunung sakral dan keramat yang penuh mitos dapat mengabulkan doa.
Hal menarik lagi yang bisa dijumpai di puncak Pusuk Buhit, anda dapat menikmati sensasi keindahan matahari di puncak bukit yang bulat penuh dengan pemandangan Danau Toba dan Bukit Barisan.
Baca: Sinabung Terus Erupsi, Pusuk Buhit dan Sibuatan Jadi Favorit
Nisa Lubis (36) seorang pendaki mengatakan mendaki Gunung Pusuk Buhit tidaklah sulit jika dari jalur datar. Tapi, jika dari rute singkat atau ekstrimnya bisa dibilang menguras tenaga.
"Naiknya saja harus merangkak, saling berpegangan dengan pendaki lain hingga harus berulang kali terpeleset karena tanah terlalu curam. Apalagi kalau musim hujan, tanah bisa basah dan licinnya minta ampun saat dipijakkan. Untuk pemula atau seperti saya yang sudah tidak muda lagi, pasti kewalahan. Untuk pemula disarankan lewat jalur datarlah, tapi yang suka tantangan jalur ekstrim ini jadi rekomended," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kemah-di-pusuk-buhit-tribun-medancom_20160210_153946.jpg)