Peneliti Teknik USU Studi Banding ke Pabrik Biogas Asian Agri
Hal ini dikarenakan pengolahan limbah cair atau POME (Palm Oil Mill Effluent) menjadi biogas, selain ramah lingkungan juga dinilai memiliki keunggulan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) Asian Agri, ternyata menjadi daya tarik berbagai kalangan.
Hal ini dikarenakan pengolahan limbah cair atau POME (Palm Oil Mill Effluent) menjadi biogas, selain ramah lingkungan juga dinilai memiliki keunggulan tersendiri.
Tim Peneliti dari Departemen Teknik Kimia Fak. Teknik USU dan Toyohashi University of Technology Jepang, sebanyak 6 orang melakukan studi banding ke PLTBg Asian Agri yang berlokasi di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.
Rombongan peneliti ini tampak antusias ketika menyaksikan secara langsung PLTBg Asian Agri yang telah beroperasi pada tanggal 23 April 2015.
Menurut Dr. Eng. Irvan, M.Si yang merupakan Ketua Departemen Teknik Kimia USU, adapun tujuan rombongan Tim Peniliti ini, berkunjung ke salah satu PLTBg milik Asian Agri dalam rangka studi banding, mengingat mereka juga sudah mengembangkan proyek biogas plant yang berlokasi di USU.
"Sebenarnya kami juga sudah memiliki pilot project biogas plant di USU, sehingga tujuan kami kemari, adalah untuk studi banding guna melihat langsung teknologi yang diterapkan oleh Asian Agri dalam rangka mengolah limbah cairnya menjadi biopgas,” ujarnya Rabu (17/2/2016) melalui rilis yang diterima Tribun-Medan.com.
Dijelaskannya, ternyata, setelah melihat langsung PLTBg ini sangat luar biasa, teknologi yang digunakan juga teknologi yang lebih unggul dibanding lokasi-lokasi lain yang sudah pernah kami kunjungi sebelumnya.
Pihaknya tertarik dengan apa yang dilakukan Asian Agri yang mengolah limbah cairnya menjadi energi listrik.
Menurutnya, Jepang juga sudah mengolah limbah cairnya nya menjadi listrik, namun limbah cair yang digunakan adalah limbah cair yang berasal dari makanan, kotoran hewan dll. Namun tidak ada yang berasal dari sawit, karena disana tidak ada limbah sawit.
Menurutnya, untuk mengolah limbah cair sawit menjadi energi listrik, tidak semudah mengolah limbah cair yang berasal dari makanan ataupun kotoran hewan.
Hal ini dikarenakan limbah sawit mengandung lemak, yang gampang menggumpal dan membeku. Sehingga mereka kagum dengan keberhasilan yang telah dicapai Asian Agri.
Sementara itu, Manager Pabrik, Reno Ruswandi menyatakan bahwa, Asian Agri senantiasa menerapkan budaya kerja yang inovatif dan kreatif serta ramah lingkungan.
Sehingga dalam mengolah limbah cair menjadi biogas, teknologi yang digunakan tentu saja teknologi unggulan.
"Budaya kerja Asian Agri itu adalah inovatif dan kreatif serta ramah lingkungan. Maka untuk mengolah limbah cair atau POME (palm oil mill effluent) untuk menghasilkan energi, Asian Agri juga memilih untuk menggunakan tehnologi unggul. Yakni dengan menggunakan teknologi digester tank dan An MBR (Anaerobic Membrane Bio Reactor) dengan menggunakan bakteri Thermophilip, yang berfungsi mempercepat dan memaksimalkan proses pembentukan gas," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-peneliti-fak-teknik-usu-asian-agri-tribun-medancom_20160217_144049.jpg)