Legenda Pusuk Buhit

Air Kolam Bidadari Satu-satunya Mata Air di Gunung Pusuk Buhit

Tapi, siapa sangka sumber air tersebut menjadi satu-satunya sumber air di kaki gunung yang dipenuhi savana ini.

Tayang:
Tribun Medan/ Silfa Humairah
Air Kolam Bidadari 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com - Sekilas tidak ada yang istimewa dari Air Kolam Bidadari, Pusuk Buhit, Pangururan. Hanya sumber mata air di puncak bukit yang berbentuk kolam kecil atau bahkan tampak seperti genangan air.

Tapi, siapa sangka sumber air tersebut menjadi satu-satunya sumber air di kaki gunung yang dipenuhi sabana ini.

Selama perjalanan mendaki, jika tidak membawa air secukupnya, pendaki biasanya menganggap air kolam tersebut sebagai penyelamat setelah lelah menderu melewati tanah terjal dan dipanggang teriknya matahari.

Pendaki biasanya mengisi ulang botol minuman yang telah kosong untuk bekal kembali turun keesokannya atau untuk kebutuhan air selama berkemah.

Tapi, tidak sedikit pula yang khusus mengambil air karena menyakini mitos khasiat air tersebut yang bisa menyembuhkan penyakit khususnya pada anak kecil.

tribun medan.com Wisata Pusuk Buhit
Objek Wisata Pusuk Buhit yang berada di Toba Samosir, Pangururan, Pulau Samosir

Baca: Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Pusuk Buhit

Untuk mencapainya ada 6 bukit yang harus diputari atau jika nekat ingin menyingkat waktu bisa melewati 6 tanjakat bukit tersebut. Tanahnya terjal dan memiliki tingkat kemerengan yang cukup ekstrim.

Apalagi jika anda mendaki di musim hujan, tanahnya bisa licik dan becek. Tapi, sesampainya di Kolam Bidadari, rasa puas pasti menyelimuti, karena pemandangan bukit di bawah sana yang cukup memukau, tidak jauh berbeda dengan pemandangan puncak.

Baik pendatang atau pendaki pasti mengambil puas air tersebut untuk diminum dan dibawa pulang.

"Airnya jernih dan tawar. Walau kolamnya kecil tapi airnya tidak habis-habis, konon air ini merupakan sumber mata air pertama yang menghidupi desa di bawah Pusuk Buhit, tambah Adek Sagala, seorang penduduk.

Baca: Air Kolam Bidadari di Pusuk Buhit Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit

Ditanya pemberian nama, Sagala menuturkan banyak sebutan kolam tersebut. Ada yang menyebut Aek Bunga-bunga dan adapula yang bilang Aek Pusuk Buhit.

"Pokoknya, kalau bawa air dari atas berarti itu dari kolam tersebut karena cuman 1 kolam dna sumber air di atas bukit tersebut.

Untuk mencapainya dari Medan bisa naik bus melalui terminal Sampri dengan jurusan Pangururan di Jalan Simpang Pos, Medan, tepat di sebelah SPBU. Ongkosnya hanya Rp 75 ribu dengan jauh perjalanan sekitar 6 jam dan naik atas bukit sekitar 4-6 jam pula.

Wisatawan tidak direkomendasikan naik pada malam hari karena jalan savana yang mirip bisa membuat anda tersasar apalagi jika di musim hujan tanah becek dan sulit menemukan pohon untuk berteduk.

Tapi untuk menunggu pendakian pagi, bisa menginap penginapan sekitar Limbong atau Pangururan. Ada penginapan sekitar Rp 100-250 ribuan.

(sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved