Anak Obesitas Beresiko Tekanan Darah Tinggi
Anak dan remaja yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas beresiko tiga kali lebih besar menderita tekanan darah tinggi
TRIBUN-MEDAN.com - Anak dan remaja yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas beresiko tiga kali lebih besar menderita tekanan darah tinggi dibandingkan dengan anak yang bobot tubuhnya normal.
Hal yang harus diwaspadai orangtua adalah tekanan darah tinggi pada anak yang obesitas terjadi dalam waktu yang cepat. Menurut penelitian waktunya bisa terjadi dalam 3 tahun.
Menurunkan berat badan memang tidak mudah, karena itu orangtua disarankan memperhatikan pola makan dan pola aktivitas buah hatinya untuk mencegah terjadinya obesitas.
Penelitian mengenai obesitas dan hipertensi pada anak ini dilakukan Emily Parker dan timnya yang melibatkan 100.000 anak berusia 3-17 tahun.
Tekanan darah tinggi pada anak bisa merusak fungsi ginjalnya dan meningkatkan risiko diabetes melitus, Kolesterol dan trigliserida tinggi, serta penyakit perlemakan hati.
Meski demikian, pada anak-anak tekanan darah tinggi bisa cepat dinormalkan jika berat badan mereka sudah mulai turun. Pada saat itu pula risiko penyakit terkait hipertensi bisa hilang.
Namun, jika berat badan anak tetap, maka hipertensi juga tetap terjadi dan cenderung meningkat jika bobot tubuh anak terus bertambah.
Penurunan berat badan bisa dicapai dengan pola makan kaya serat seperti buah dan sayuran, bulir padi utuh, dan juga aktif bergerak. (*)