Breaking News

Terhalang Awan Hitam, Maskapai Ini Tawarkan Lihat GMT dari Atas Ketinggian

Minggu depan 9 Maret 2016 saat terjadi gerhana matahari total akan memikat orang di seluruh dunia.

Int
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Kualanamu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Minggu depan 9 Maret 2016 saat terjadi gerhana matahari total akan memikat orang di seluruh dunia. Menariknya tempat terbaik untuk melihat gerhana ini ada di dua wilayah di lintasan khatulistiwa yakni Indonesia dan Hawai di tahun 2016 ini.

Namun fenomena yang hanya terjadi pada 33 tahun mendatang di Indonesia ini akan mempunyai masalah jika awan jadi penghalang.

Seperti yang dilansir Daily Mail, beberapa pesawat komersil termasuk Garuda Indonesia akan menawarkan destinasi gerhana matahari total ini dari ketinggian.


Rute lintasan gerhana matahari total di sepanjang wilayah yang terletak di tengah-tengah Samudera Pasifik timur

Hal ini diutarakan oleh atronom Xavier Jubier yang sudah mendaftarkan dirinya pada sebuah pesawat komersil agar dirinya bisa mengamati langsung gerhana itu tanpa halangan awan yang menutupi.


Pada tahun 1887, Dmitri Mendeleev, penemu Rusia menaiki balon udara supaya tidak terhalang awan untuk melihat GMT

Pada tanggal 8 dan 9 Maret ini fenomena alam yang luar biasa itu bisa disaksikan dari bumi, tetapi mereka yang berada di belahan bumi yang lain harus terbang untuk menyaksikan gerhana matahari total tersebut.

Naik ke atas ketinggian tanpa halangan awan bukan lah hal yang baru.

Bahkan pada tahun 1887, Dmitri Mendeleev, penemu Rusia, sangat tertarik untuk melihat gerhana tanpa halangan awan yang kemudian naik di balon udara ketika panas matahari berlangsung.

Menurut Jubier di dalam situsnya, 'titik terbesar gerhana (fase totalitas selama 4 menit 9 detik) terletak di tengah-tengah Samudera Pasifik timur mulai dari Indonesia di mana sekitar 10 juta orang tinggal di dalam jalur totalitas.

Bahkan Jubier menawarkan tiket ke Honolulu dan Jakarta sebagai tempat ideal untuk melihat gerhana.

Astronom itu mengatakan bahwa saat ini ia tengah bekerjasama dengan Garuda Indonesia untuk menawarkan kesempatan untuk mengamati gerhana dari ketinggian menaiki pesawat Boieng 737-800NG.

Pesawat itu dijadwalkan terbang di Indonesia, termasuk nomor penerbangan 649 dari Kota Ternate menuju Jakarta.

"Rencana penerbangan akan membutuhkan sedikit modifikasi yang dapat dengan mudah diimplementasikan untuk menawarkan pemandangan totalitas selama dua menit dan 27 detik di sisi kiri dari pesawat dengan matahari hitam di 38 derajat elevasi atau tiga menit dan tiga detik untuk penumpang di sisi kanan," katanya.

Sementara itu maskapai Alaska Airlines AS870 dijadwalkan melakukan penerbangan ke Hawaii, dari Anchorage ke Honolulu pada 8 Maret pada 737, juga menawarkan kesempatan yang sama untuk mengamati gerhana matahari total.

"Rencana penerbangan tidak akan memerlukan perubahan, hanya waktu keberangkatan akan perlu bergerak maju sekitar 23 menit, untuk menawarkan pemandangan totalitas selama satu menit dan 59 detik di sisi kanan pesawat dengan matahari hitam di 10 derajat ketinggian, "tulisnya.

Mereka yang memiliki anggaran yang lebih besar bisa menggunakan penerbangan gerhana pribadi, dengan menaiki pesawat jet pribadi Dassault Falcon 7X.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved