Catatan Sepakbola

Cerita dari Italia untuk Pak Panglima

Persiwa bukan untuk di-merger-kan dengan PSMS, melainkan dengan PS TNI. Lalu PSMS?

Cerita dari Italia untuk Pak Panglima
Tribun Medan/ Ilham Fazrir Harahap

PADA 4 Juli 2006, FIGC, PSSI-nya Italia, mengeluarkan keputusan yang membikin gempar dunia. Lima klub Serie A, kompetisi level tertinggi di negeri itu, serta 19 individu yang rata-rata merupakan petinggi klub, dijatuhi sanksi pascaterbukti terlibat dalam skandal suap.

Juventus mendapatkan sanksi paling berat. Mereka didepak ke Serie B, kompetisi kasta kedua, memulai musim dengan poin minus (-) 9, serta denda 50 ribu poundsterling. Dua gelar yang mereka peroleh saat skandal mulai diselidiki, 2004-2005 dan 2005-2006, turut dicopot.

Empat klub lain: AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina, tetap bertahan di Serie A. Namun mereka mesti membayar denda dan memulai musim baru (2006-2007) dengan poin minus.

Sanksi ini berat bagi Juventus. Betapa tidak, mereka merupakan klub terbesar di Italia. Sampai tahun 2006, di luar dua gelar yang dicopot, mereka telah mengoleksi 27 gelar Serie A, sembilan Coppa Italia, dua Liga Champions Eropa, dan dua Piala Dunia Antar Klub. Di sini bercokol pemain-pemain yang menyandang nama besar. Bukan cuma di Italia, tetapi juga di dunia.

Sanksi skandal memang sempat menggoyahkan Juventus. Terjadi eksodus besar- besaran. Bintang-bintang yang tengah bersinar cemerlang semacam Zlatan Ibrahimovich, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta, Emerson, Adrian Mutu, dan Patrick Vieira, pindah ke klub lain.

Namun Alesandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, Mauro Camoranesi, David Trezeguet, Igor Tudor, Alessandro Birindelli, dan Giorgio Chiellini, memilih bertahan. Ditambah pemain-pemain muda potensial yang diambil dari tim Primavera, di antaranya Sebastian Giovinco dan Claudio Marchisio, kekuatan mereka masih terbilang super untuk ukuran Serie B.

Dan memang, cukup satu musim bagi Juventus berkutat di Serie B. Di musim 2006-2007 itu, Juventus mendominasi liga sepenuhnya. Mereka memenangkan 28 laga, ditahan imbang 10 kali, dan hanya kalah 4 kali, dengan torehan gol menakjubkan: 83 kemasukan dan 30 kemasukan. Juventus kembali ke Serie A dengan penuh gaya.

Cerita ini adalah tentang bagaimana satu klub bangkit dari skandal memalukan. Juga bicara perihal kesetiaan. Tapi saya memaksudkannya sebagai sebangsa pembandingan. Betapa memang sama sekali tidak ada salahnya satu klub menjadi superior di tengah medan persaingan yang tak seimbang.

Saya teringat kembali pada cerita Calciopoli (sebutan populer untuk skandal ini), Juventus, dan perjalanan mereka ke Serie A, setelah bercakap-cakap dengan Panglima Kostrad, Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi, di kediaman beliau di Medan, akhir pekan kemarin. Saya hadir bersama sejumlah wartawan lain atas undangan beliau.

Di antara sekian topik, Letjen Edy Rahmayadi dalam satu sesi pada kesempatan itu, secara khusus bicara perihal PSMS. Terutama hubungannya dengan PS TNI.

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved