Ini Rasanya Lihat Gerhana Matahari Total dari Atas Ketinggian Bumi di Dalam Pesawat
Pemandangan tidak kalah sempurna saat Anda melihat gerhana di dalam pesawat jet carteran yang terbang dari atas ketinggian di atas bumi.
TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah gerhana matahari total pada Jumat 20 Maret 2015 terlihat di langit di seluruh Eropa, Afrika dan Asia, tapi pemandangan tidak kalah sempurna saat Anda melihat gerhana di dalam pesawat jet carteran yang terbang dari atas ketinggian di atas bumi.
Berkat perusahaan pesawat udara charteran Jerman Airevents / Deutsche Polarflug dan Eclipse-Reisen, sebanyak 132 pengamat dari seluruh dunia termasuk jurnalis.
Saya Joe Rao kolumnis Skywatching dari space.com menyaksikan gerhana matahari total pada 2015 dari jet udara menyaksikan pemandangan yang benar-benar megah.
Pengamat gerhana, dijuluki "umbraphiles" (setelah umbra, kerucut bayangan gelap bulan yang cepat menyapu seluruh permukaan bumi) terbang menggunakan dua pesawat memetakan secara khusus jalur yang dipilih sebagai titik sempurna menyaksikan gerhana yakni titik terpanjang.
Lihat video perjalanan petualangan mereka di sini:
Posisi itu terletak kira-kira antara laut Norwegia dan Samudra Atlantik utara, sekitar pertengahan antara Norwegia dan Islandia, kira-kira 200 mil (320 kilometer) utara-barat laut dari daratan Skotlandia.
Di luar kepentingan ilmiah dan estetika, gerhana matahari total dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi acara khusus dengan dampak ekonomi yang cukup besar.
Perjalanan yang nyaman di seluruh dunia telah menyebabkan para pemburu gerhana berdedikasi akan melakukan perjalanan secara langsung di mana saja untuk menambah beberapa momen berharga yang mereka habiskan hanya untuk "berjemur di bawah bayang-bayang bulan."
Memang, beberapa mereka telah membayar untuk itu cukup besar sekitar $ 8.500 untuk satu kursi dengan sisi jendela pada penerbangan tersebut.
Kontingen kami, pengamat gerhana matahari total mulai petualangan dari Dusseldorf, Jerman. Dua pesawat yang digunakan adalah Airbus A320-200 dan Boeing 737-200, milik Air Berlin.

Pesawat saat terbang berburu gerhana matahari total
Dr Glenn Schneider, dari University of Arizona Steward Observatory, berada dalam pesawat kedua telah menyaksikan 32 gerhana matahari total, bekerja di luar rencana penerbangan untuk kedua penerbangan serta penerbangan gerhana ketiga yang terpancar dari Zurich, Swiss, untuk menyaksikan bayangan bulan.
Berburu bayangan bulan seperti paparazi berebut untuk mendapatkan foto selebriti yang lewat, mereka berlomba mendapatkannya atau kehilangan momen tersebut.
Berada di kedua pesawat itu kecepatan gerhana akan bergerak 520 mph (837 km / h) masih bisa mendapatkan pandangan totalitas sepanjang hampir satu menit dan memberikan 225 detik dari gerhana total bagi penumpang untuk menangkap gambar dan merekam data lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gerhana-matahari-total-saat-dilihat-dari-atas-ketinggian-bumi-di-dalam-pesawat_20160307_190624.jpg)