Bayi Ditelantarkan, Haryani: Boleh Saya Gendong? Saya Pengin Gendong
"Anak saya sebetulnya udah pada besar, tapi kalau ngelihat bayi kayak gini, saya jadi pengin punya lagi," ujar Haryani tertawa.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bayi yang ditelantarkan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara membuat semua orang di RS Santa Elisabeth gemas.
Tak hanya perawat yang menanganinya, Direktur RS Maria Christina hingga Kanit Binmas Polsek Medan Baru Haryani pun turut menggemasinya.
Bahkan, Kanit Binmas Polsek Medan Baru Haryani, tak dapat menahan diri untuk tidak menggendongnya.
"Boleh saya gendong? Saya pengin gendong," kata Haryani, Kamis (12/3/2016).
"Anak saya sebetulnya udah pada besar, tapi kalau ngelihat bayi kayak gini, saya jadi pengin punya lagi," ujar Haryani tertawa.
Semua orang di dalam ruang inkubator bayi RS Santa Elisabeth sangat menyayangkan perbuatan orangtua yang tega membuang bayi malang tersebut.
"Begini gantengnya, ya, Tuhan," ujar Haryani, yang disepakati oleh para suster dan direktur.
"Kok tegalah orangtuanya. Zaman sekarang susah lho dapat anak laki-laki," kata Haryani lagi.
Adapun bayi malang ini awalnya ditemukan pertama sekali oleh Tumiar Boru Sinaga, seorang pengasong koran pagi. Bayi tersebut diletakkan persisnya di Jalan Juanda, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, dalam tas warna ungu merek Easecox.
Di dalam tas, sang bayi dibalut dengan handuk dan kain dalam kondisi masih berdarah.
Hingga berita ini diturunkan, sang bayi masih dirawat di RS Santa Elisabeth Medan.
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akp-haryani-gendong-bayi-tribun_20160312_131413.jpg)