Kekurangan Komputer Sebabkan SMP di Medan Tak Dapat Gelar UN Online

Kepala SMP Negeri 6 Medan, Ariffuddin mengakui bahwa faktor keterbatasan jumlah komputer menyebabkan mereka belum dapat

Tribun Medan/Abul Muamar
Para siswa SMKN 2 Medan sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Selasa (5/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala SMP Negeri 6 Medan, Ariffuddin mengakui bahwa faktor keterbatasan jumlah komputer menyebabkan mereka belum dapat menggelar UN berbasis komputer (UNBK) atau UN online tahun ini.

"Wah macam mana ya. Alat utamanya kan bukan pensil dan papan ujian, tapi komputer. Sedangkan komputer kita cuma ada 12," ujarnya, kepada tribun-medan.com, Rabu (4/5/2016).

Ariffuddin mengakui bahwa UN online akan lebih efisien dan memudahkan. Ia sendiri mengaku sangat ingin mengadakan UN online, namun terkendala sarana. Menurutnya, perlu ada kebijakan dari Pemerintah Kota Medan agar UN online dapat terlaksana.

"Fasilitas itu juga kan tidak murah. Mesti ada political will untuk mengadakan UN online ini. Karena dia mesti didukung fasilitas dan sarana prasarana," katanya.

Ditanya tanggapannya soal kemampuan sekolah di daerah luar Medan yang mampu menggelar UN online, Ariffuddin berpendapat, "Mungkin di sekolah itu pengadaan komputernya secara mandiri melibatkan siswa. Kalau kita di Medan gak berani."

Ariffuddin mengaku pihaknya telah mengajukan permohonan untuk bantuan komputer. Namun, tetap saja jumlah yang ada tidak mencukupi.

"Tapi ya, Dinas Pendidikan kan tergantung APBD juga. Kita kan gak mau juga membebani APBD. Sementara masih banyak kebutuhan yang lain yang lebih mendesak. Sebenarnya kepingin. Tapi kalau cuma pakai 12 komputer mau berapa hari siap ujiannya. 386 orang lho," ujarnya.

Ariffuddin pun tidak dapat memastikan kapan pihaknya siap menggelar UN online.

"Oh, itu program pemerintahlah. Tahun depan pun, ya, saya gak dalam kapasitas untuk memastikan itu. Karena pengadaan (komputer) gak di tangan saya. Saya prinsipnya, peralatan siap, saya siap," katanya.

Hal serupa juga diakui Kepala SMP Negeri 2 Nampati Ginting.

"Macam mana. Fasilitas sekolah belum mendukung. Kami paling-paling cuma punya 40 komputer. Cuma 40 mau berapa gelombang dibuat. Minimal 100 lah, bisa dibuat empat gelombang. Dari pagi sampai sore. Kalau ini mana mungkin. Memang untuk tahun ini yang negeri di Medan belum ada yang siap," ujar Nampati.

Seperti Ariffuddin, Nampati juga mengakui bahwa UN online lebih efisien dan efektif dan telah memohon untuk pengadaan komputer.

"Ya, paling enggak gak sampai ribut dengan Ombudsman lagi. Kami sudah memohon, tetapi kemungkinan baru bisa untuk tahun depan. Apalagi mulai tahun depan Dinas Pendidikan Medan hanya mengurus SMP dan SD saja. SMA sudah diurus provinsi," ujarnya seraya berharap tahun depan pihaknya dapat menggelar UN online.

Sebelumnya dikabarkan, dari 12 SMP di Sumut yang akan menggelar UN online tahun ini (2016), tidak ada satupun yang berada di Medan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved