NEWS VIDEO: Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Gelar Ritual dan Minta Kapolres Dicopot

Himapsi menyampaikan kekecewaan mereka terhadap Kapolres Pematangsiantar dengan cara melakukan ritual adat khas Suku Simalungun yaitu Dihar Simalungun

TRIBUN-MEDAN.com,SIANTAR - Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar melakukan unjuk rasa menuntut Kapolres Pematangsiantar dicopot karena tidak berhasil mengatasi peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar, Rabu (4/5/2016)

Dalam unjuk rasa ini, Himapsi menyampaikan kekecewaan mereka terhadap Kapolres Pematangsiantar dengan cara melakukan ritual adat khas Suku Simalungun yaitu Dihar Simalungun.

Para pengunjuk rasa ini saat hendak malakukan ritual ini secara bersama-sama mengkonsumsi sirih serta melakukan pembakaran kemenyan didepan Mapolres Kota Pematangsiantar.

Ritual Dihar Simalungun yang dilakukan Himapsi ini diperankan oleh Hadiaron Saragih dan Rajamasyah Saragih dengan berbalas gerakan, layaknya sedang menunjukkan jurus-jurus bela dirinya.

Seusai melakukan ritual Silat tersebut, Hadiaron Saragih menyampaikan bahwa ritual tersebut adalah untuk memanggil roh lelulur mereka.

"Ritual memanggil leluhur ini, ini jenis pencak silat Simalungun. Kami melakukanya kiranya supaya leluhur kami bisa membantu untuk memperjuangakan tuntutan mereka, " ujarnya.

Dalam berkas tuntutan yang dibagikan Himapsi dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka kecewa atas kepemimpinan Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dodi Darjanto dan Kepala BNNK Kota Pematangsiantar, Ahmad Yani karena tidak berhasil memberantas Narkoba di Pematangsiantar, salah satunya terbukti dari kasus Alpin Lehu.

Atas hal ini mereka menyerukan supaya Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dodi Darjanto dan Kepala BNNK Pematangsiantar dicopot.

(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved