Balapan Liar di Jalan Arteri Bandara Kualanamu Resahkan Warga

Hafiz mengaku heran mengapa balapan liar bisa terus terjadi padahal lokasinya dekat dengan pos polisi dan Polsek setempat.

Penulis: Indra Gunawan |
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM-Warga Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjungmorawa, mendesak agar kepolisian menindak balapan liar di Jalan Sultanserdang, jalan arteri menuju Bandara Kualanamu.

Hafiz, warga setempat, mengaku sangat resah dengan keberadaan balapan liar di lingkungannya itu. Aksi berbahaya ini, katanya, rutin dilakukan Minggu dini hari dan disaksikan ratusan orang yang berjejer di pinggir jalan.

Menurutnya, warga tidak berani melarang aksi ini karena jumlah pemuda yang terlibat dalam balapan dan penonton sangat banyak.

Hafiz mengaku heran mengapa balapan liar bisa terus terjadi padahal lokasinya dekat dengan pos polisi dan Polsek setempat.

“Kalau lagi main (balapan), start-nya mereka buat mulai dari Simpang Kayu Besar dan finisnya dekat warung bakso ADS. Kalau sudah malam Minggu, jalan arteri ini ramai sekali. Suara kendaraan mereka itu bising kali,” ujarnya.

Menurut warga yang lain, balapan yang diikuti oleh remaja belasan tahun ini pernah ditindak oleh polisi. Namun, balap liar kembali muncul di lokasi yang sama. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved