Haru, Baru 3 Minggu Merasakan Jadi Ayah, Wartawan Tribun Berpulang
Belum genap sebulan rasakan kebahagiaan sebagai seorang ayah, rekan kami, saudara, sekaligus sahabat untuk kami harus berpulang. Selamat Jalan Bima.
"Di rumah juga sama teteh sudah tidak boleh makan malam-malam, cuma suka lucu kalau mergokin dia mindik-mindik bikin mi saat istrinya sudah tidur," kata adik kandungnya, Uwi.
Kami rindu, rindu akan hal-hal jayus yang malah membuat suasana menjadi sangat bahagia walau sejenak.
Kerinduan itu ludes dilibas oleh aneurisma.
Dia datang setelah Bima melontarkan candaan jayusnya soal komik Detectif Conan.
Sekitar 30 menit setelah dirinya berbuka puasa.
Meski sering bercanda, tapi dia merupakan sosok yang getol menjalani ibadah puasa pada hari Senin dan Kamis.
Candaan itu berubah menjadi ketegangan kala Bima meronta kesakitan menahan sakit di kepalanya.
Hingga membawa Bima pada sebuah alam mimpi yang tak jua menyadarkannya dari tidur.
Ketika aneurisma terjadi, maka pembuluh darah akan menggembung pada bagian tertentu.
Penonjolan bisa sangat kecil atau sangat besar, besarnya aneurisma akan menimbulkan tekanan pada organ sekitarnya.
Selain itu ada pula resiko pecahnya pembuluh darah, seperti sebuah balon apabila volumenya terus bertambah maka bisa pecah, begitu pula dengan balon aneurisma ini.
Bisa bayangkan apa yang terjadi ketika pembuluh darah arteri pecah.
Operasi yang dilakukan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto mesti ditunda karena ada pembengkakan pada bagian otaknya.
Hingga akhirnya, Selasa (1/11/2016) Bima mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 03.20 WIB.
Sosok yang selalu menjadi andalan bagi delapan punggawa TribunnewsBogor.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/almarhum-bima-chakti-firmansyah_20161101_174537.jpg)