Teror Bom

ISIS Akui Ledakkan Bom di Kuil Populer Ini dan Sebut Korban Tewas 35 Warga

ISIS mengklaim, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang, bukan 30 orang atau 25 orang. Sebanyak 95 orang, menurut klaim ISIS, dilaporkan luka parah.

(Reuters)
Lokasi ledakan bom di Pakistan, Sabtu (12/11/2016). (Reuters/Twitter) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang menewaskan lebih dari 30 orang di kuil Pakistan, Sabtu (12/11/2016).

ISIS mengklaim, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang, bukan 30 orang atau 25 orang. Sebanyak 95 orang, menurut klaim ISIS, dilaporkan luka parah.

"Sebanyak 35 orang pengunjung tewas dan 95 orang lainnya terluka dalam serangan oleh ISIS yang menargetkan kuil di Balochistan, Pakistan," demikian pernyataan yang dikutip Reuters dari kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS.

Baca: Panglima ISIS Asal Malang Tewas

Serangan itu menurut BBC telah menewaskan setidaknya 30 orang. Menurut versi Reuters menewaskan 25 orang.

Serangan dilakukan bertepatan setelah matahari tenggelam di sore hari, yang menarget para pengunjung kuil yang sedang menggelar ritual.

Kuil yang populer di Pakistan itu berada di pelosok Khuzdar, di provinsi Baluchistan, Pakistan. 

Baca: NEWS VIDEO: Detik-detik saat Kapolsek Tangerang Ditikam Simpatisan ISIS

Menurut laporan media Pakistan yang dilansir BBC, sekurangnya 30 orang tewas dan lebih dari 70 orang luka-luka dalam ledakan di sebuah kuil Shah Noorani di Balochistan, Pakistan. Beberapa di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak.

Layanan bantuan darurat saat ini sedang berusaha menjangkau daerah pelosok di Kudzar. Saat kejadian, pengunjung kuil sedang menggelar ritual dhamal. Ritual ini dilakukan oleh kelompok aliran keagamaan di Pakistan.

Wartawan BBC mengatakan pengunjung dari berbagai daerah telah berbondong-bondong menuju kuil tersebut. Momentum itu diduga dimanfaatkan oleh pihak yang tak menyukai aktivitas upacara tersebut.

Para korban yang menderita luka parah diangkut ke rumah sakit di Karachi  yang berjarak sekitar 100 kilometer dari lokasi.

Baca: ISIS Larang Pakai Jersey Real Madrid dan Barcelona Atau Dihukum Cambuk

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan menyerukan upaya penyelamatan cepat.

Imran Khan, mantan pemain kriket dan ketua sebuah partai di Pakistan, mengutuk serangan yang ditargetkan kepada masyarakat lokal. Sejauh ini, tudingan mengarah kepada kelompok-kelompok ekstremis di provinsi Balochistan yang selama ini telah telah sering menarget korban dari warga sipil.

Serangan sebelumnya telah terjadi pada bulan Oktober yang menewaskan puluhan orang dalam serangan terhadap sebuah perguruan tinggi polisi di kota Quetta. Juga, pada bulan Agustus, serangan dilakukan terhadap rumah sakit yang menewaskan 70 orang.  (Reuters, Kompas.com/Amir Sodikin) 

***
Yuk, berinteraksi!
Salurkan pendapat kamu, bebas asal bertanggung jawab, melalui kanal media sosial Tribun Medan
Cukup like/suka fan page facebook: tribun-medan.com
Follow twitter: @tribunmedan 
Tonton YouTube:  Tribun Medan
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved