Teror Bom

GMKI Minta Wiranto Bertanggung Jawab atas Bom yang Menewaskan Balita Intan

Satu poin terpenting tuntutan GMKI adalah meminta pertanggungjawaban Menkopolhukam Wiranto dan Menkumham Yasonna Laoly.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)periode 2016-2018 mengecam tindak anarkis teror bom di Gereja Oikoumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).

Kabar terbaru, balita atas nama Intan telah mengembuskan napas terakhir usai tragedi bom ini.

Baca: Turut Berduka, Balita Intan Korban Ledakan Bom Embuskan Nafas Terakhir

Satu poin terpenting tuntutan GMKI adalah meminta pertanggungjawaban Menkopolhukam Wiranto dan  Menkumham Yasonna Laoly.

korban ledakan bom gereja oikumene3
Tiga dari empat anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita) korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi. Seorang ibu histeris menangisi anaknya yang terluka (kanan). (Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto)

Baca: Inilah Foto-foto Pelaku Peledakan Bom di Gereja Oikumene yang Beredar, Apakah Anda Mengenalinya?

Disadur dari laman resminya www.gmki.or.id, GMKI menyerukan teror bom gereja tak boleh dipandang sebelah mata.

"Pasalnya, aksi terorisme ini, patut diduga kuat sengaja menyasar anak-anak yang sedang bermain di luar gedung ketika orang tua mereka sedang melakukan peribadatan," demikian tertulis pada prolognya, Senin (14/11/2016).

Wiranto
Menko Polhukam Wiranto.

Empat orang anak menjadi korban dalam aksi terorisme provokatif ini. Empat orang anak yang menjadi korban tersebut diketahui sedang bermain menunggu selesainya peribadatan orang tua mereka.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly tribun medan.com
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly

Diduga sekitar ratusan jemaat sedang beribadah pada saat terjadinya peledakan.

Kebanyakan dari jemaat yang melakukan peribadatan adalah orang tua yang memang sengaja membawa anak-anak mereka juga untuk beribadah.

Upaya deradikalisme yang digaungkan pemerintah untuk mereduksi aksi terorisme seharusnya berbuah baik. Namun dengan adanya insiden Samarinda, membuka mata kita, kelompok teroris yang menginginkan Negara yang ber-ideologi Pancasila ini runtuh, masih subur dan bebas bergerak.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menyatakan :

1. Menyayangkan dan mengecam tindakan pelemparan bom yang dilakukan oleh residivis teroris di Gereja Oikoumene  Kota  Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Minggu 13 November 2016.

2. Mengutuk keras siapapun yang mendalangi aksi terorisme yang menyasar anak-anak sebagai korban, terlepas apa pun yang mendasari tindakan tersebut.

3. Aksi pelemparan bom tersebut menjadi tanggung jawab dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly karena Kementerian tesebut memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada setiap napi dan residivis teroris karena dimungkinkan untuk mengulangi tindakan kejahatan serupa yang dapat menganggu kepentingan nasional.

4. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,  Komjen Pol Suhardi Alius harus bertanggung jawab penuh karena telah membiarkan anak-anak yang tak berdosa menjadi korban terorisme di Samarinda. 

5. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur,  Irjen Pol Safaruddin gagal dalam mengantisipasi aksi terorisme yang menyasar rumah ibadah yang menjadikan anak-anak sebagai korban. Setiap kepolisian daerah di seluruh Indonesia harus serius menjaga keamanan setiap warga negara.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved