Teror Bom
Setelah Meledak di Gereja, Bom Molotov Juga Incar Vihara
Setelah ledakan menimbulkan satu korban jiwa di Samarinda, kini ledakan bom juga menggemparkan Singkawang, Kalbar
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUN-MEDAN.com - Setelah ledakan bom molotov menimbulkan satu korban jiwa di Samarinda, Kaltim, kini ledakan bom juga menggemparkan Singkawang, Kalimantan Barat.
Oknum tidak bertanggung jawab melempar bom molotov di tempat ibadah Vihara Budi Dharma (Kwan Im Kiung).
Pelemparan bom molotov di arahkan ke bagian samping Vihara, Senin (14/11/2016) pukul 02.30 WIB.
Saat itu kondisi viahara memang tidak dalam penjagaan dan dalam kondisi kosong.

Tiga dari empat anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita) korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi. Seorang ibu histeris menangisi anaknya yang terluka (kanan). (Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto)
Baca: Keluarga Intan di Medan Berharap Pelaku Peledakan Bom Dihukum Berat
Kejadian baru diketahui oleh penjaga dan pembina vihara saat pagi hari ketiga vihara dibuka kembali untuk beribadah warga Tionghoa.
Dikatakan oleh Pembina Vihara Kwan Im Kiung, Kim Liong kondisi saat ini sudah cukup aman terkendali.
Menanggapi bom molotov di Vihara Budi Dharma (Kwan Im Kiung), Wali Kota Singkawang Awang Ishak meminta masyarakat untuk meningkatkan toleransi.
Baca: Kondisi Inilah yang Membuat Intan Olivia Tak Bisa Bertahan, Usai Terkena Bom

PERSONEL Brimob Polda Kaltim mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Ledakan bom tersebut menyebabkan lima orang terluka yang semuanya merupakan masih anak-anak, empat diantaranya mengalami luka bakar parah dan seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga.
Terlebih Kota Singkawang dikenal sebagai kota yang cukup toleran pada keragaman masyarakatnya.
"Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban kota Singkawang ini, terus tingkatkan toleransi antar umat beragama. Karena Singkawang ini merupakan kota bertoleransi ke tiga Nasional," ujarnya, Senin (14/11/2016).
Baca: Turut Berduka, Balita Intan Korban Ledakan Bom Embuskan Nafas Terakhir
Ia juga mengatakan perlunya kembali meningkatkan keamanan di lingkungan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban.
"Dengan ini Perlu di buat siskamling di lingkungan-lingkungan Masyarakat di Kota Singkawang ini. Tujuannya tentu untuk bersama menjaga keamanan lingkungan sekitar," ujarnya.
Kemudian ia juga menambahkan Kota Singkawang tak lama lagi juga akan melaksanakan pesta demokrasi. Tentu rasa aman, nyaman perlu dirasakan oleh warga Singkawang saat pilkada berlangsung.
"Apalagi sebentar lagi kota Singkawang akan melaksanakan pilkada, keamanan harus benar-benar diperhatikan. Laporkan ke pihak berwajib apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan," pungkasnya. (*)
***
Yuk, berinteraksi!
Salurkan pendapat kamu, bebas asal bertanggung jawab, melalui kanal media sosial Tribun Medan
Cukup like/suka fan page facebook: tribun-medan.com
Follow twitter: @tribunmedan
Tonton YouTube: Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembina-vihara-kwan-im-kiung-kim-liong-saat-menunjukan-lokasi_20161114_162543.jpg)