News Video

Duka Menyelemuti Mulai dari Rumah Sakit Sampai Rumah Hulman Sitorus

Istri Hulman Sitorus, Rosmiati Pardosi hanya bisa menangis dan memeluk anaknya ketika mengetahui bahwa suaminya telah tiada.

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,PEMATANGSIANTAR-Hulman Sitorus, Calon Wali Kota Pematangsiantar peraih suara terbanyak dalam Pilkada Kota Pematangsiantar, pada 16 November 2016 lalu meninggal dunia, Kamis (8/12/2016)

Hulman sempat dibawa ke Rumah Sakit Vita Insani oleh keluarga dalam keadaan tidak sadarkan diri, hingga akhirnya dokter yang menangani Hulman Sitorus menyampaikan Hulman Sitorus sudah meninggal dunia.

Puluhan Pejabat baik dari Kabupaten Simalungun maupun dari Kota Pematangsiantar yang memperoleh kabar ini, mengatakan bahwa awalnya mereka tidak percaya atas kejadian ini sehingga mereka datang memastikan ke Vita Insani.

Baca: Hulman Sitorus Menghadap Sang Pencipta, Istri: Baru Kali Ini Kau Buat Aku Menangis

Istri Hulman Sitorus, Rosmiati Pardosi hanya bisa menangis dan memeluk anaknya ketika mengetahui bahwa suaminya telah tiada. Ia bahkan harus diberikan perawatan oleh pihak rumah sakit Vita Insani.

Rosmiaty juga seakan tidak percaya akan kejadian ini, ia berurai air mata seraya menayakan anak-anaknya apa yang terjadi saat ini. "Kenapa bapak kita itu nak. Kenapa? Kenapa tadi bapak kita itu, kekmana itu nak," tangis Rosmiaty Pardosi kepada anak-anaknya.

Tiga anak Hulman Sitorus yang mendampingi ibunya hanya bisa memeluk ibunya. Meskipun begitu Rosmiati tetap tidak kuasa menahan tangisnya. Saat hendak membawa jenazah Hulman Sitorus ke rumah duka, Rosmiati kembali menangis menjadi-jadi.

Sebelum dibawa ke rumah duka Jenazah Hulman sempat didoakan oleh koleganya di ruang Jenazah RS Vita Insani. Setiba di rumah duka, di Jalan Mual Nauli, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur, para pelayat sudah banyak yang menunggu. Meninggalnya Hulman Sitorus membawa luka mendalam di kalangan pelayat.

Setiba di rumah duka saat Hulman dibaringkan, Rosmiati Pardosi hanya bisa menangis memandangi jenazah suaminya yang terbaring kaku. Saat menangis Rosmiati mengeluarkan kata-kata yang membuat seisi rumah menangis tersedu-sedu. Perkataan tersebut adalah pengakuan bahwa dirinya selalu bahagia bersama Hulman Sitorus.

Rosmiati berkali-kali menyampaikan tidak kuasanya dia menahan kesedihan yang dialaminya atas meninggalnya suami tercintanya tersebut. Dia juga menyatakan kesedihannya atas kepergian suaminya yang sangat baik bukan hanya pada keluarganya, tapi juga pada rakyat Siantar.

Air mata Rosmiati terus mengalir diwajahnya. Ratapan dan tangisan pilu terdengar nyaring hingga akhirnya suaranya mengecil dan tak mampu berkata-kata lagi.(ryd/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved