Teror Bom

Di Kamar Inilah Bom Seberat 3 Kilogram Disimpan

Dari dalam, terlihat masih terdapat pakaian yang tergantung di bagian dinding sisi dalam yang ditinggalkan penghuninya.

Di Kamar Inilah Bom Seberat 3 Kilogram Disimpan
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Di kamar ini, terduga teroris menaruh bom. (Tribunnews.com/Amriyono Prakoso) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kamar seluas 3x3 meter ini menjadi bagi dua pelaku untuk menaruh bom seberat 3 kilogram yang rencananya akan diledakkan di obyek vital.

Kamar yang bercat putih itu kini dindingnya rusak akibat ledakan bom yang dilakukan oleh tim Gegana Mabes Polri, beberapa sisi dinding terlihat retak.

Dari dalam, terlihat masih terdapat pakaian yang tergantung di bagian dinding sisi dalam yang ditinggalkan penghuninya.

Baca: Bom di Bekasi Mampu Menghancurkan Semua yang Berada di Radius 300 Meter

Sementara di lorong kamar, bekas reruntuhan tembok juga masih mengotori lantai. Di belakang kamar, terlihat satu ruangan kamar mandi yang juga hancur akibat ledakan tersebut.

"Ini bekas semalam diledakkan bomnya sama polisi," jelas Ardi seorang penghuni kos tempat penangkapan pelaku terduga teroris, Bekasi, Minggu (11/12/2016).

Saat ini, masih belum ada satupun penghuni kos yang bisa masuk ke dalam kamar karena pagar rumah masih dipasang garis polisi, meski penggeledahan sudah usai dilakukan.

Terpisah, ‎Sosok serta kehidupan terduga teroris di Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi yang ditangkap Densus 88, Sabtu (10/12/2016) kemarin, tidak banyak diketahui oleh para tetangganya.

Pasalnya perempuan bernama Dian Yulia Novi atau DYN itu baru seminggu menyewa kos-kosan tiga lantai milik seorang pria asal Sumatera Utara, yang kini turut diperiksa Densus 88 sebagai saksi.

Baca: NEWS VIDEO: Inilah Bom Berbentuk Rice Cooker di Bekasi yang Memiliki Daya Ledak Tinggi

Menurut penuturan dari Husein, tetangga yang rumahnya berada persis di depan kosan. Perawakan DYN yakni tinggi, kurus, masih muda dan menggunakan jadar hitam.

Selama tinggal di sana, DYN tidak bersosialisasi dengan para tetangga. Warga sekitar hanya mengetahui DYN adalah warga baru di kosan yang berasal dari Solo.

"Saya yang tinggal depan kosan dia saja, tidak tahu namanya. Hanya tau dia warga baru, bercadar dan tidak pernah tegur sapa," terang Husein.

Selain itu, DYN juga kerap pergi pagi hari dan pulang malam hari. Setiap kali pergi, DYN selalu menggendong tan ransel besar di pundaknya.

"Kalau pergi tu dia sering bawa tan ransel, pas ditangkap juga kan, dia bawa ransel," singkat Husein.(*)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved