Baca Selengkapnya di Tribun Medan
Pelaku Tumpuk Korban di Kamar Mandi
Pemandangan mengerikan disaksikan Lutfi (34) di rumah Ir Dodi Triono (59) di kawasan perumahan mewah di Pulomas, Jakarta Timur,
Perampok kemudian menyekap para korban di dalam kamar mandi lalu mengunci pintunya hingga mereka meninggal karena kekurangan oksigen.
Kasus di Pulomas ini menjadi kasus pembunuhan terbesar dari sisi jumlah korban di wilayah Jakarta sepanjang 2016. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan pun datang dan memeriksa lokasi kejadian.
Iriawan menduga, para korban disekap di kamar mandi sejak Senin sore. "Selasa pagi ditemukan, kerabatnya datang dan pintu rumahnya terbuka, lalu dia masuk dan ada suara merintih minta tolong," ungkapnya.

Enam anggota keluarga tewas di kamar mandi rumahnya usai dirampok di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Tribunnews.com/Yurike Budiman)
Iriawan mengatakan, seluruh korban disekap di dalam sebuah kamar mandi. Dari 11 orang yang disekap, enam orang tewas, lima orang lainnya dalam keadaan kritis.
Penemuan para korban bermula dari laporan Sheila Putri, kerabat Dodi, yang datang ke rumah Dodi pada Selasa sekitar pukul 09.25 WIB.
Sheila yang curiga terhadap kondisi rumah Dodi, kemudian melapor ke Pos Polisi Kayuputih. Polisi kemudian meminta bantuan sejumlah warga, termasuk Lutfi, untuk memeriksa rumah Dodi.
Polisi memabawa seekor anjing pelacak di lokasi kejadian. Anjing pelacak berwarna hitam itu kemudian mengarah ke luar rumah dan menyusuri Jalan Pulomas Utara lalu belok ke kiri dan masuk ke halaman kampus Asmi yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Sekitar 10 menit kemudian, anjing tersebut keluar area kampus. Hingga Selasa petang, polisi belum menjelaskan petunjuk yang didapat berkat bantuan anjing pelacak. Polisi juga menyatakan, penyelidik telah mempelajari rekaman CCTV di rumah Dodi.
Rumah Dodi terletak di Jalan Pulomas Utara No 7A, yang terdiri atas dua lantai.
Baca: Korban Pembunuhan di Pulomas Ditemukan Saling Tumpuk di Kamar Mandi
Rumah itu terletak pada lahan seluas sekitar 20 meter x 20 meter dan berpagar tembok setinggi sekitar dua meter. Pintu gerbang rumah yang berbentuk susunan besi vertikal berjarak, menjadi ruang pandang dari rumah ke jalan dan sebaliknya. Pintu gerbang tersebut berada persis di depan pintu garasi.
Dari sisi bangunan, rumah Dodi setara dengan rumah-rumah di sekelilingnya. Kawasan Pulomas dikenal kawasan pemukiman mewah sejak 1980-an atau sebelum kawasan Kelapa Gading yang terletak di sebelah utara Pulomas berkembang menjadi kawasan perumahan mewah.
Senyap
Aksi perampok di Jalan Pulomas Utara, terbilang senyap. Neli, tetangga korban, Dodi, tidak mengetahui kegaduhan di rumah Dodi. Padahal, rumah Neli berada di sisi sebelah kanan rumah Dodi.
"Saya mau ambil kunci di mobil tadi pagi ada satpam ramai. Saya tanya, kenapa?" tanya Neli saat hendak keluar dari rumah. Dodi dan keluarga menempati rumah nomor 7A. Rumah tersebut berwarna putih. Neli baru mengetahui bila sang tetangga menjadi korban penyanderaan.
Ia lalu bersama sejumlah orang masuk ke kediaman Dodi yang tidak terkunci. Pagar rumah Dodi tidak terlihat rusak. Gembok pagar pun masih terpasang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuhan-satu-keluarga_20161227_161013.jpg)