Rangkuman Peristiwa
Berawal dari Aroma Menyengat, Misteri pun Terungkap disertai Kehebohan Warga
Misteri hilangnya Redianto kurun tiga pekan pun terungkap sudah. Hanya berselang satu hari, dihebohkan lagi dengan mahasiswa gantung diri.
DALAM kurun dua hari, pembunuhan menghebohkan warga Kota Medan. Pertama, misteri hilangnya Redianto Malau akhirnya tersibak berawal dari bau menyengat di satu bengkel. Kedua, sehari setelahnya kasus bunuh diri mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Berikut rangkuman kedua peristiwa tersebut yang Tribun-Medan.com suguhkan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga yang bermukim di Jl Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansur, Kecamatan Medan Johor mendadak heboh.
Pasalnya, warga dikejutkan dengan penemuan mayat, yang belakangan diketahui bernama Redianto Malau (41) yang selama ini bekerja sebagai tukang las.
Menurut warga sekitar, penemuan jenazah ini bermula dari bau busuk yang muncul di dalam bengkel milik Ireddy Tambunan.
Karena penasaran, warga pun mengecek isi bengkel.
"Baunya sangat menyengat. Kami kira ada bangkai hewan. Ketika dicek, ternyata ada jenazah laki-laki di dalam bengkel," kata Sucipto, warga sekitar, Jumat (6/1/2017) siang.
Mengetahui ada mayat, warga pun langsung melapor kepada kepala lingkungan setempat. Kemudian, Kepling meneruskan informasi ini ke pihak Polsek Delitua.
Dari penuturan warga yang sempat masuk ke dalam bengkel, jenazah korban sudah mulai menghitam. Kulit tubuh lelaki paruh baya itu mulai mengelupas, bahkan bagian wajah sudah tidak dapat dikenali.
Guna kepentingan proses penyelidikan, lokasi kejadian dipasangi garis polisi. Warga tidak diperkenankan mendekat selama proses identifikasi.
Tiga Pekan Menghilang
Penemuan jenazah tukang las bernama Redianto Malau (41) di bengkel milik Ireddy Tambunan (36) di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansur, Kecamatan Medan Johor sempat membuat warga terkejut.
Apalagi, saat ditemukan, jenazah korban sudah membusuk.
"Sudah tiga minggu memang bengkel itu tutup. Sejak bengkel itu tutup, korban memang tidak pernah kelihatan," kata Adi, yang kebetulan berada di lokasi kejadian, Jumat (6/1/2017) siang.
Pria berkaus hitam ini mengatakan, diduga korban tewas karena sakit.
Sebab, tiga minggu sebelum ditemukan tewas, kondisi korban memang sudah memburuk.
"Dia memang sering tidur di bengkel sendirian. Pas sakit, mungkin tidak ada yang merawatnya. Kami kurang tau juga di mana keluarganya," kata Adi.
Guna kepentingan penyelidikan, pemilik bengkel sempat dipanggil polisi.
Warga yang menemukan jenazah korban juga dimintai keterangannya di lokasi kejadian.
Rencananya, jenazah korban akan dibawa ke rumah sakit terdekat. Polisi yang berada di lokasi juga tengah berupaya menghubungi pihak keluarganya.

Panto Sihombing, mahasiswa semester III yang nekat bunuh diri di rumah kosnya. Belum diketahui pasti apa penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya, Sabtu (7/1/2017)
Mahasiswa Bunuh Diri
Sementara itu, warga sekitar Jalan Abdul Hakim No 18, Gang Susuk III, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (7/1/2017) dikagetkan dengan adanya satu mahasiswa yang bunuh diri di kamar kosnya.
Menurut informasi yang diterima www.tribun-medan.com mahasiswa yang bunuh diri itu diketahui bernama Panto Sihombing (19) warga Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Mahasiswa Polmed semester III ini sempat mengirim pesan singkat (SMS) lewat ponselnya kepada temannya Good Nyus Simamora (19).
Begitu mendapat SMS dari korban (Panto), Good yang sekarang menjadi saksi terkejut. Jelang dinihari, saksi pun pergi ke kos korban untuk memastikan kondisinya.
Ketika sampai di kos, Good tak melihat keberadaan temannya itu.
"Saya melihat lampu kamar kosnya mati. Karena saya penasaran dan curiga saya langsung mengintip dari jendela dan menyalakan senter dari ponsel saya untuk melihat isi kamar," katanya kepada www.tribun-medan.com.
Ketika cahaya menembus jendela korban, saksi Good semakin kaget. Ia melihat teman karibnya itu sudah tewas dalam keadaan leher terikat tali.
Mengetahui hal itu, Good langsung melapor kepada kepala lingkungan setempat. Lalu kepala lingkungan meneruskan kematian Panto kepada pihak kepolisian.
Terkait masalah ini, Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri membenarkan kalau mahasiswa yang meninggal yang diduga bunuh diri di Jalan Abdul Hakim No 18.
"Kita langsung menurunkan personel untuk melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP),"katanya.
Terkait motif bunuh diri, Daniel belum bisa memastikannya. Ia mengaku tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Mantan Kapolsek Delitua ini mengatakan sebelum meninggal, korban sempat nongkrong dengan teman-temannya dan pamit.
Setelah pamit, korban sempat mengirim pesan singkat kepada Good Nyus yang juga menjadi saksi atas kematian Panto.
"Seperti yang saya bilang, kita belum bisa memastikan apakah ini motif bunuh diri atau tidak. Kita masih menyelidiki kasus ini,"ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/redianto-malau_20170106_142425.jpg)