Misteri Siti Aisyah dan Pembunuhan Kim Jong Nam
"Saya kaget mendengar bahwa dia ditangkap karena membunuh seseorang.Saya tidak percaya dia bisa melakukan kejahatan itu,"
Baca: Grebek Kampung Narkoba Simalingkar Polisi Temukan Sabu dan Ganja
Baca: Perampok Kambuhan Ditangkap Saat Incar Mangsanya
Beberapa koran di Korea Selatan, mengutip sumber-sumber tak dikenal, memberitakan bahwa ada dua perempuan yang ditangkap di Malaysia, dan diyakini sebagai agen Korea Utara.
Keduanya membunuh Kim Jong Nam dengan cara meracunnya.
"Bagaimana saya bisa percaya," kata Aminah, seorang ibu rumah tangga mantan tetangga Siti Aisyah di Tambora.
"Dia sangat baik dengan semua orang di sini. Bagaimana dia bisa membunuh orang besar? Tidak mungkin, tidak mungkin," tutur Aminah lagi.
Ibu Aisyah, Benah, mengatakan kepada koresponden kantor berita AP lewat telepon, keluarga mereka berasal dari latar belakang miskin di desa.
"Sejak kami mendengar berita dari televisi, saya tidak bisa tidur dan makan. Sama seperti ayahnya, dia hanya berdoa dan membaca Al Quran. Dia malah tidak mau berbicara," kata Benah.
"Sebagai orang kecil, kami hanya bisa berdoa," sambung dia.
Aisyah, menurut ayah mertuanya, pindah ke Malaysia dengan suaminya tahun 2011 untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Keputusan itu diambil setelah bisnis toko garmen yang mereka jalankan gagal.
Pasangan itu meninggalkan anak mereka hampir dua tahun kepada orangtuanya, Tjia Liang Kiong dan istrinya, di Jakarta.
Setahun setelah meninggalkan Indonesia, Aisyah kembali ke Jakarta, dan mengatakan kepada ayah mertuanya bahwa dia ingin bercerai dari suaminya. Dia merasa pernikahan mereka tidak bahagia.
Namun, menurut sang suami, Aisyah mempunyai hubungan gelap dengan seorang pria Malaysia.
Akhirnya perceraian dilangsungkan pada tahun 2012. Aisyah mengaku akan tinggal bersama orangtuanya di Serang, Provinsi Banten, dan bekerja di sebuah toko sepatu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/paspor-kasus-pembunuhan-kim-jong-nam-tribun_20170218_064939.jpg)