Danau Toba

Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya

"Prihatin lah atas informasi adanya lintah di KDT. Untuk membuktikan informasi awal ini ada baiknya pemerintah provinsi bersama kabupaten..."

Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya - keramba-jala-apung-di-danau-toba-tribun_20170220_182449.jpg
Tribun Medan / Dedy
Keramba Jala Apung (KJA) yang merupakan perusahaan ternak ikan di Danau Toba, Senin (19/2/2017). (Tribun Medan / Dedy)
Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya - aktivis-danau-toba-holmes-tribun_20170220_162956.jpg
Tribun Medan / Dedy
Aktivis Lingkungan Hidup dari Pejuang Danau Toba, Holmes tunjukkan sejenis lintah yang dumitemukan sejak 2015, Minggu (19/2/2017). (Tribun Medan / Dedy)
Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya - lintah-di-danau-toba_20170217_200156.jpg
Tribun Medan/ Royandi Hutasoit
Lintah di Danau Toba
Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya - wisatawan-domestik-nikmati-danau-toba-tribun_20170219_131252.jpg
Tribun Medan / Dedy
Wistawan lokal tengah asik bermain pasir dan mandi di bibir Danau Toba, Minggu (19/2/2017). (Tribun Medan / Dedy)
Isu Lintah dan Limbah Buat DPRD Prihatin, Ini Komentarnya - aktivis-pejuang-danau-toba-saat-menelusuri-temuan-hewan-sejenis-lintah-tribun_20170217_151839.jpg
Tribun Medan / Dedy
Aktivis Pejuang Danau Toba saat menelusuri temuan hewan sejenis lintah di perairan Danau Toba, Jumat (17/2/2017). (Tribun Medan / Dedy)

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Anggota DPRD Komisi A Provinsi Sumatera Utara Richard Sidabutar turut prihatin dengan adanya temuan sejenis lintah dan pencemaran air limbah perusahaan di Kawasaan Danau Toba.

Dia berharap Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut mau pun BLH Pemkab Simalungun agar menyikapinya dan melakukan tindakan cepat.

Baca: Sinabung Golf Resmi Bergabung dengan PGI

Pembiaran kasus ini disbutnya jelas merugikan masyarakat, pemerintah setempat dan Pemerintah pusat.

Jumlah wisatawan yang berkunjung akan menurun, mengganggu atau menunda program pemerintah pusat di bawah intruksi Presiden Ir Joko Widodo kawasan Danau Toba ( KDT) sebagai Monaco of Asia yang telah ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional.

"Prihatin lah atas informasi adanya lintah di KDT. Untuk membuktikan informasi awal ini ada baiknya pemerintah provinsi bersama kabupaten menyikapi secara serius agar tidak menjadi berita yang simpang siur di tengah masyarakat. Bila perlu segera lakukan uji laboratorium apakah itu binatang lintah atau tidak," kata Richard Sidabutar melalui telepon selulernya, Selasa (21/2/2017) siang.

Danau Toba yang terus dipromosikan sebagai Monaco of Asia perlu diapresiasi, apalagi pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan strategis terhadap kawasan Danau Toba.

Baca: Peduli Kesehatan, Tanoto Foundation Kucurkan Rp 2,3 Miliar

Baca: Sebongkah Tanah Simbol Pemindahan Makam Tan Malaka dari Kediri ke Lima Puluh Kota Sumbar

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved