Breaking News
Pasukan Sabhara Bawa Gas Airmata, Bentrokan Antara Driver Gojek dan Penarik Becak Bubar
Bentrokan antara driver Gojek dan penarik becak motor (parbetor) sempat membuat panik masyarakat yang melintas di Jalan Stasiun, Medan Barat.
Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bentrokan antara driver Gojek dan penarik becak motor (parbetor) sempat membuat panik masyarakat yang melintas di Jalan Stasiun, Medan Barat.
Apalagi, saat bentrokan terjadi, polisi menemukan bongkahan batu yang diduga akan digunakan untuk melakukan penyerangan.
Saat diminta membubarkan diri, masing-masing kubu tetap bertahan di Jl Stasiun. Lantaran kedua kubu tak mau bubar, datanglah sepasukan petugas Sabhara yang membawa gas air mata.
Baca: BREAKING NEWS: Pengemudi GoJek dan Betor Terlibat Bentrokan Usai Saling Aksi Sweeping
Baca: Antara Gojek dan Becak Motor, Biarkan Masyarakat yang Memilih Mana yang Mereka Suka
Baca: Pengemudi Gojek dan Parbetor Tak Menggubris Arahan dari Polisi, Ini Akibatnya
Baca: Polisi Amankan Pria yang Merusak Helm Gojek
Baca: Giliran Gojek Sambangi Pengemudi Becak, Ini Alasannya
Dalam bentrokan ini, polisi memanggil kordinator Gojek dan parbetor. Kedua belah pihak diminta menenangkan diri sementara waktu.
Usai melakukan dialog, keduanya sepakat membubarkan diri. Namun, karena parbetor tempat mangkalnya di depan stasiun, mereka tetap bertahan di emperan jalan sekitar stasiun.
"Sudah kami minta untuk membubarkan diri. Kedua belah pihak sepakat, bahwa bentrokan ini tidak ada kaitannya dengan nama lembaga atau institusi," ungkap Kapolsekta Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu, Rabu (22/2/2017).
Di lokasi bentrokan, polisi mengamankan helm driver Gojek yang sempat hancur. Helm tersebut ditemukan di tengah jalan saat bentrokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bentrok-gojek-dan-tukang-becak-tribun_20170222_120945.jpg)