Baca Selengkapnya di Tribun Medan
Jumpai Jokowi, Ini yang Dibahas Raja Salman Selama di Indonesia
"Berkaitan dengan masalah kebijakan luar negeri Arab Saudi di Suriah dan Yaman ini akan jadi bahan pembicaraan kedua negara nanti,"
"Khusus soal wakaf, pengalaman Arab Saudi memang lebih kaya. Sementara kita baru pada tahap yang belum produktif. Nah, akan kita bentangkan ke depan bagaimana wakaf itu bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas," ujar Lukman.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika kunjungan kenegaraan itu akan dimanfaatkan Pemerintah Arab untuk mewakafkan sesuatu kepada rakyat Indonesia. Lukman mencatat, selama ini pengusaha Arab sudah sering mewakafkan harta.
Wakaf itu di antaranya dalam bentuk lahan, sekolah, pesantren dan sebagainya.
Baca: Hujan Deras di Ponorogo, Puluhan Rumah di Tiga Kecamatan Kebanjiran
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, selain urusan haji dan wakaf, Presiden Jokowi dan Raja Salman juga akan menandatangani MoU di bidang ekonomi.
"Misalnya kita sudah memulai melakukan kerja sama pembangunan refinery di Cilacap. Jadi, sekarang kita akan lihat bagaimana perkembangannya. Jadi, nanti akan lebih membahas proyek-proyek yang akan dikerjakan Indonesia dengan Arab bersama-sama," ujar Retno.
Retno tak mau menyebutkan lebih jauh, kerja sama ekonomi lainnya yang akan disepakati saat kunjungan Raja Salman. "Adalah beberapa lagi, nanti sampai hari H baru kami sampaikan," ujar dia.
Lift dan Toilet Khusus
Masjid Istiqlal telah siap menyambut kedatangan Raja Arab Saudi ketujuh, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud beserta rombongan. Rencananya, kunjungan ke masjid terbesar di Asia Tenggara itu akan dilakukan, Kamis.
Baca: Tertimbun Longsor, Jalan Lintas Pidie–Aceh Barat Lumpuh
Raja Salman hanya 30 menit berada di Masjid Istiqlal. Tiba di masjid, ia langsung menunaikan salat sunnah Tahiyatul Masjid. Lalu, dipersilakan untuk menulis buku pesan dan kesan. Kali ini, tak ada agenda tur keliling tempat ibadah itu.
Kedatangan raja akan disambut sejumlah tokoh dari Indonesia. Antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dan Ketua Pengelola Masjid Istiqlal, Muzammil Basyuni.
Kunjungan itu menjadi kado istimewa bagi Masjid Istiqlal yang pada 22 Februari lalu berulang tahun ke-39. Sehingga, pemerintah pusat dan pihak pengelola Masjid Istiqlal memanfaatkan momentum kedatangan pimpinan tertinggi di Negara Arab Saudi itu membenahi tempat ibadah bagi umat Islam itu.
Baca: Muliaman: Proses Seleksi Dewan Komisioner Tak Akan Ganggu Kerja OJK
"Secara keseluruhan itu bisa dibilang 100 persen. Ini kunjungan merupakan kado istimewa, karena bulan ini kami merayakan Milad ke-39 Istiqlal. Jadi, penghargaan tertinggi buat kami," tutur Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abd Salam, di Masjid Istiqlal, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman-disebut-oleh-seorang-pangeran_20150929_182401.jpg)