Gara-gara Cemburu, Tiga Pria Keroyok Tetangganya Hingga Tewas
Muharom alias Cungur (22) tewas direkoyok sejumlah tetangganya di Blok Satria, Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
TRIBUN-MEDAN.com, INDRAMAYU - Muharom alias Cungur (22) tewas direkoyok sejumlah tetangganya di Blok Satria, Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Personel Polsek Anjatan sudah meringkus C (21), NKB (20), dan AF (25), tiga aktor pengeroyokan Cungur di Jalan Raya Desa Cilandak Kidul, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/3/2017) malam.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menerangkan ketiga pelaku memukuli Cungur dengan tangan kosong, dan batu ke kepala korban.
Baca: Bripda Ismi nan Rupawan Posting Foto di Atas Ranjang, Netizen Belingsatan
"Sehingga mengakibatkan korban meninggal," kata Yusri kepada wartawan pada Minggu (12/3/2017).
Pengeroyokan bermula ketika tersangka berinisial C melihat istrinya, Anita, berboncengan dengan korban mengendarai Motor Honda Beat.
Kala itu Anita dan korban melintasi Jalan Desa Cilandak Kidul untuk mengambil uang ke rumah kakak korban di Desa Gadel, Kecamatan Anjatan.
Baca: Tiap usai Tunaikan Salat, Evan Ajak Pacarnya ke Lantai 2 Masjid lalu Berbuat Maksiat, Sudah 6 Kali
"Korban yang sedang membonceng saksi Anita berpapasan dengan C yang pada saat itu sedang jalan-jalan bersama teman-temanya dengan lima motor," kata Yusri.
C yang melihat istrinya duduk di belakang jok korban merasacemburu. Pelaku kemudian mengajak NKB dan AF untuk mengejar korban hingga akhirnya bertemu di lokasi kejadian. Ketiga tersangka memberhentikan laju korban di tengah jalan.
"Setelah korban berhenti, NKB yang posisinya sejajar dengan korban langsung memukul korban ke arah kepala. AF juga memukul ke bagian kepala hingga korban terjatuh dari sepeda Motor," kata Yusri.
Baca: Hati Riang Mau Jemput Suami Bebas dari Penjara, Tak Diduga Wanita Cantik Ini Malah Langsung Dicerai
C ikut memukul korban ketika korban berusaha bangkit. Ketiganya memukul korban bersama-sama ketika korban berusaha lari.
Adapun Anisa yang menjadi saksi berusaha menolong dengan cara memeluk korban. Namun Anita ditarik NKB hingga pelukannya terlepas.
"Ketika korban terlepas dari pelukan saksi, C mengambil batu yang ada di TKP kemudian melemparkannya ke arah kepala sebanyak 2 kali. Saat itu korban masih bisa melarikan diri dari para pelaku sampai akhirnya terjatuh dengan jarak sekitar 300 meter dari lokasi pengeroyokan," ujar Yusri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keroyok-tribun_20170312_191720.jpg)