Breaking News

Catatan Sepakbola

Mencemburui Persib

Persib dan PSMS pernah berada di level yang sama. Namun sekarang masa-masa itu telah berlalu. Persib masih di level yang sama, PSMS tidak.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/TIMUR MATAHARI
PEMAIN Berkebangsaan Ghana, Michael Essien, saat diperkenalkan sebagai pemain baru Persib di Bandung, Selasa (14/3). Essien dikontrak Persib selama satu tahun. 

SEORANG kawan, suporter Persib Bandung garis keras, Selasa pagi mengirimkan tiga foto lewat WhatsApp. Ketiganya bersudut pandang hampir sama dan menampilkan orang-orang yang juga sama. Ada Jajang Nurdjaman dan Umuh Muchtar, Pelatih dan Manajer Persib, serta satu orang lain yang tidak saya kenal.

PERKENALAN Michael Essien di Bandung, Selasa (14/3/2017)
PERKENALAN Michael Essien di Bandung, Selasa (14/3/2017) (TRIBUN JABAR)

Namun tentu saja bukan tiga orang ini yang membuat kawan tadi sampai merasa perlu menyisihkan waktunya untuk mengirimkan foto-foto tersebut pada saya. Melainkan karena orang keempat yang terdapat di sana. Yakni seorang lelaki bertubuh tinggi tegap, berambut keriting, berkulit gelap. Seorang dengan wajah yang sangat familiar bagi saya sebagai seorang Madridistas.

Iya, orang itu Michael Essien. Bekas kapten tim nasional Ghana yang pernah merumput di Santiago Bernabeau, menjadi bagian dari skuat Real Madrid di era Jose Mourinho. Kala itu dia dipinjamkan dari Chelsea, klub yang diperkuatnya selama delapan tahun. Dari London, Essien terbang ke Milan dan Athena, ke Stadion Apostolos Nikolaidis tempat Panathinaikos bermarkas. Essien memulai petualangannya dari klub Liga Perancis, Olympique Lyonnais.

MICHAEL Essien saat bermain di klub-klub besar Eropa.
MICHAEL Essien saat bermain di klub-klub besar Eropa. (ZIMBIO.COM/MARCA.COM/AFP)

Kawan saya itu tidak memberi kalimat atau sekadar kata pengantar untuk foto- fotonya. Hanya foto. Akan tetapi saya paham betul apa maksudnya, sebab dia sudah mengutarakannya kurang lebih dua bulan lalu, saat saya dalam satu diskusi sepakbola di satu grup di WhatsApp, menggerutu perihal langkah manajemen PSMS dalam melakukan perekrutan pemain yang menurut saya bukan saja masih amatir, namun lebih jauh sungguh tidak masuk akal.

PSMS akan mengarungi Liga 2 (kompetisi untuk klub-klub Divisi Utama) dan dengan gagah berani menargetkan dapat bersaing di jajaran papan atas dan mengintip peluang lolos ke Liga 1 (ISL). Bukan target yang main-main.

Sampai di sini, demi mewujudkan ambisi, tentulah PSMS harus membentuk skuat yang mumpuni. Skuat yang potensial membekap kompetitor-kompetitor di Liga 2. Klub-klub peserta Liga 2 sama sekali bukan klub kacangan, bukan klub kelas ikan teri yang bisa dikalahkan dengan mudah. Banyak di antara mereka yang juga sudah memiliki prestasi dan tradisi panjang dan kuat.

Nyatanya PSMS mengambil langkah yang sangat sulit dicerna akal sehat. Pergeseran penanggung jawab pembentukan skuat, dari pelaksana ke pelatih kepala, walaupun riskan barangkali masih bisa diterima dan dimaklumi. Ini soal cocok dan tidak cocok saja. Akan tetapi merekrut pemain-pemain "buangan" jelas bukan langkah cerdas.

Dalam sepakbola, pemain "buangan" tidak selalu berarti buruk. Setidaknya ada dua hal yang menjadi tolok ukur, yakni dari mana dia terbuang dan apa sebab dia terbuang. Manchester United membuang Gerrard Pique ke Barcelona dan Paul Pogba ke Juventus. Apakah keduanya buruk? Sama sekali tidak. Mereka pemain bagus yang tidak mendapat kesempatan bermain lantaran skuat Manchester united saat itu dipenuhi pemain-pemain kelas premium. Dan sebagai pemain muda, mereka masih membutuhkan lebih banyak jam terbang.

Claude Makalele dibuang Real Madrid ke Chelsea. Apakah Makalele pemain yang buruk? Tentu tidak. Makalele pemain yang sangat penting di Madrid. Satu-satunya pemain yang rela berkotor-kotor tatkala para megabintang Madrid lain menunjukkan aksi-aksi sirkus mereka. Makalele dibuang lantaran menuntut gaji yang setara dengan bintang-bintang yang flamboyan itu.

Lalu kenapa rekrutmen PSMS atas pemain buangan saya sebut langkah yang tidak cerdas? Karena mereka dibuang dari klub semenjana yang dibentuk dadakan. Klub yang sekonyong-konyong ada di panggung sepakbola tanah air. Klub yang hadir karena siasat administratif yang jitu.

Mereka dibuang dari PS TNI. Bahkan sebenarnya pun mereka belum benar-benar menjadi pemain PS TNI. Mereka baru diseleksi menjadi pemain PS TNI dan gagal lolos. Total ada 13 orang. Ditambah empat pemain yang memilih untuk tidak bergabung lagi di PS TNI pascamemperkuat klub ini di ISC A tahun lalu. Di ISC A, PS TNI menjadi penghuni dasar klasemen, peringkat 18.

Kawan itu ingin saya mencemburui Persib dan dia berhasil. Saya memang mencemburui Persib dan saya kira ini wajar belaka. Persib dan PSMS pernah berada di level yang sama. Persib pernah dua kali beruntun dikalahkan PSMS di final Kompetisi Perserikatan di tahun 1983 dan 1985. Persib dan PSMS pernah sama-sama berada di ISL. Pernah saling mengalahkan.

Saya pernah meliput pertandingan Persib versus PSMS di Bandung dan benar-benar merasakan atmosfer yang membikin bulu kuduk meremang. Saya merasakan betul bagaimana suporter Persib memang menganggap PSMS sebagai musuh bebuyutan.

PERTANDINGAN uji coba PSMS versus Mencirim City FC di Stadion Teladan, Medan, 4 Maret 2017.
PERTANDINGAN uji coba PSMS versus Mencirim City FC di Stadion Teladan, Medan, 4 Maret 2017. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Namun sekarang masa-masa itu telah berlalu. Persib masih berada di level atas dan baru saja merekrut pemain sepakbola yang memiliki nama besar di dunia. Walau barangkali sekejap, Bandung akan menjadi perbincangan di Eropa. Termasuk apabila ternyata berita ini lebih banyak menyoroti soal performa Essien yang buruk saat merumput bersama Panathinaikos.

Setidaknya, dari sisi brand, Persib telah melakukan terobosan. Kostum dengan nama Essien akan laku, demikian pula hak siar untuk laga yang dimainkan Persib. Syukur-syukur bisa berbanding lurus dengan prestasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved