Laporan On The Spot
Keseruan Tersendiri Saat Harus Mengantre untuk Menikmati Sebuah Cendol di Penang
Corena memberitahu kepada kami bahwa ada satu kuliner yang wajib kami cicipi. Menurutnya itu sangat enak dan selalu ramai pembeli. Nama jajanannya...
Laporan Wartawan Tribun Medan / Arifin Al Alamudi
TRIBUN-MEDAN.com, PENANG - Selasa (4/4/2017) petang, akhirnya Kapal Pesiar Royal Caribbean Ovation of The Seas tiba di Pelabuhan Penang, Malaysia. Semua penumpang diwajibkan turun untuk menikmati keindahan Kota Penang selama enam jam.
Begitu keluar gerbang pelabuhan, bus pariwisata sudah menunggu. Saya dan 17 jurnalis lain dari Indonesia naik bus nomor enam. Tour Guide bernama Corena menyambut kami dengan senyuman.
"Welcome to Penang," katanya.
Ia menjelaskan dalam perjalanan tour keliling Penang ini temanya adalah Shoping dan Eat. Artinya kami hanya akan mengunjungi tempat berbelanja dan segala macam kuliner.
Tidak ada mengunjungi tempat bersejarah, rumah ibadah, ataupun kantor-kantor pemerintahan.
Tempat pertama yang kami singgahi adalah Pasar Tradisional Chowrasta. Bayangan saya soal pasar tradisional tentunya seperti yang ada di Kota Medan. Seperti Pasar Petisah atau Pasar Sambu.
Tetapi, begitu sampai di pasar tersebut saya sedikit kaget. Meskipun namanya pasar tradisional namun sangat bersih.
Pasar dengan gedung berlantai tiga ini sangat bersih, lantai keramik, penerangannya sangat bagus, dan tidak ada sampah secuil pun.
Jauh berbeda dengan kesan pasar tradisional di Kota Medan.
Saya menyusuri seluruh sudut pasar. Di pintu masuk lantai satu ada jual buah manisan, souvenir antik, dan jajanan tradisional. Di bagian belakang lantai satu khusus untuk penjual daging.
Meskipun tempat berjualan daging, namun tak ada bercak darah berserakan. Sangat bersih.
Di lantai dua dan tiga terdapat penjual pakaian dan sepatu.
Yang menjadi pembeda kedua lantai ini, di lantai dua ada belasan kios penjual buku bekas dan ini sangat terkenal di Penang.
Mulai dari kamus, buku pelajaran sekolah dan kuliah, serta ada juga buku-buku lama. Seperti penjual buku bekas di titi gantung, Kota Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembeli-chendol-di-penang-malaysia-tribun_20170405_204512.jpg)