Anggota DPRD dari PKS Ditangkap Densus 88 di Bandara saar Baru Turun Pesawat

Menurut laporan, Umar pemilik paspor bernomor A8175345 dijemput oleh Tim Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat dengan jaringan ISIS.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
tribunjatim/istimewa
Kolase penangkapan anggota DPRD Pasuruan dari Fraksi PKS di Bandara Juanda 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan Muhammad Nadir Umar mendadak diamankan Tim Densus 88 Polda Jatim, Sabtu (8/4/2017).

Politisi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) ini dijemput tim Densus 88 Antiteror di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 15.21 WIB.

Ia diamankan pascaturun dari pesawat Air Asia nomor penerbangan XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya.

Paspor anggota DPRD Pasuruan yang diamankan Densus 88
Paspor anggota DPRD Pasuruan yang diamankan Densus 88 (tribun jatim)

Baca: Politisi PKS yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Nyeleneh

Baca: Fraksi PKS Ramai-Ramai Walk Out, Protes Larangan Minuman Beralkohol Tak Masuk Ranperda 

Baca: Dua Kader PKS Sangkal Terima Dana e-KTP

Muhammad Nadir Umar alias MNU (42) tampak santai, dan pasrah dijemput petugas Tim Densus 88 Antiteror di terminal dua kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya, Jatim, Sabtu (8/4/2017).

Menurut informasi yang TribunJatim.com, petugas mengamankan Umar sekitar pukul 15.21 WIB.

"Memang benar ada penangkapan oleh Densus 88 katanya. Tapi langsung dibawa pergi menggunakan mobil Kijang Innova cokelat," jelas seorang sumber kepada TribunJatim.com.

Meski sudah terdapat surat penjemputan dan penangkapan Umar, Densus 88 Antiteror tetap harus mengikuti prosedur pemeriksaan Keimigrasian dan Bea Cukai Juanda.

Menurut laporan, Umar pemilik paspor bernomor A8175345 dijemput oleh Tim Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat dengan jaringan ISIS.

Setelah itu, lelaki kelahiran Pasuruan melewati konter Imigrasi dan pemeriksaan barang oleh Bea Cukai,

Selanjutnya, Umar langsung dibawa oleh Tim Densus 88 Antiteror menuju ke Mapolda Jatim.

"Tidak ada perlawanan atau tindakan yang memicu keramaian. proses penangkapannya biasa-biasa saja seperti orang pasrah," tandas sumber tersebut.

Baca: Penumpang Mobil Berondong Polantas yang Bertugas, Densus 88 Diterjunkan Buru Pelaku

Baca: Densus 88 Diterjunkan Amankan Aksi 313 Menuntut Jokowi Pecat Ahok, Ada Apa? 

Baca: Polisi Temukan Dua Kitab Misterius Usai Penyergapan Teroris di Tuban, Apa Isinya?

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan yang ditangkap bukan anggota DPRD Pasuruan.

Barung melanjutkan, orang itu ditangkap karena akan berangkat ke Suriah, dan dicurigai akan bergabung dengan ISIS.

"Ya memang benar, pihak Bea Cukai Bandara Juanda sore tadi menahan seorang pria MDU yang akan berangkat ke Suriah, dan dicurigai akan bergabung dengan ISIS," ujar Barung saat dihubungi TribunJatim.com.

Menurutnya, kasus ini masih belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Baru tadi sore, yaa kita akan dalami dulu, kasusnya baru akan kita buka ke media. Tunggu satu atau dua hari dulu,"kata Barung.

Dengan rangkaian peristiwa penangkapan dan penembakan teroris yang terjadi di Jatim selama dua hari berturut-turut, Barung mengatakan, pihak kepolisian kini meningkatkan kewaspadaan.

"Kami telah meningkatkan keamanan di daerah-daerah yang sekiranya rawan," tuturnya.

Pada hari yang sama, di Tuban petugas gabungan dari Polres Tuban, Brigade Mobil (Brimob) dan TNI menembak mati terduga teroris saat kontak senjata pukul 17.00 WIB.

Terduga teroris sempat menembak salah seorang anggota Satlantas Polres Tuban saat mobilnya dihentikan petugas kepolisian di jalur Tuban arah Semarang, di Desa Beji, Kabupaten Tuban.

Peristiwa itu terjadi ketika dilakukan kegiatan pengamanan pascapenangkapan teroris di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (7/4/2017).

(Sundah Bagus Wicaksono) 

***

 

Lihat foto-foto menarik di Instagram  @tribunmedandaily 

Follow twitter @tribunmedan dan suka Facebook tribun-medan.com 

Anda penggila bola? Suka Facebook  Tribun PSMS

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved