Baca Edisi Cetak Tribun Medan
Keluarga Korban Kaget Andi Lala Terlibat, Diduga Terkait Konflik dengan Mafia Tanah
Kata Saripon, pascapembunuhan, Andi Lala sempat muncul di lokasi kejadian pada Minggu sore, selepas rombongan Kapolda Sumut pulang.
MEDAN, TRIBUN - Rumah duka korban pembunuhan lima orang satu keluarga di Jalan Kayu Putih, Gang Banteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dijaga pihak keluarga dan kepolisian.
Meski dijaga ketat, tetap saja warga datang ke lokasi, terlebih setelah mendengar kabar beberapa pelaku pembunuhan ditangkap petugas gabungan Polda Sumut.
Lima korban pembunuhan tersebut adalah Riyanto (40 tahun), Sri Ariyani (38)--istrinya, dua anak mereka, Naya (13) dan Gilang Laksono (8), serta Sumarni (60), ibu mertua Riyanto.
Lima jenazah korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Muslim di Jalan Kawat VII, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Senin. Hanya seorang bayi di bawah usia lima tahun, Kinara (4), anak bungsu Riyanto-Sri, yang selamat pada peristiwa tersebut.
Saat Tribun menyambangi lokasi kejadian, Wagiman (66), orangtua almarhum Riyanto (40) duduk tak jauh dari rumah anaknya itu. Ia semula tampak berbincang dengan beberapa kerabat di gang sempit, yang mengarah ke lokasi pembunuhan.
"Yang saya dengar memang katanya ada yang sudah ditangkap. Tapi, saya tidak tahu siapa pelakunya," ungkap pria tersebut, Selasa (11/4). Sembari berdiri di dekat pintu masuk rumah keluarganya itu, Wagiman mengaku, bersyukur beberapa pelaku sudah diamankan.
Wagiman meminta pelaku dapat hukuman setimpa ldengan perbutannya. Sebab, menurutnya, perbuatan pelaku, yang tega membunuh anak-anak, sangat tidak berprikemanusiaan.
"Ya, kalau bisa mereka itu dihukum mati saja. Karena, cucu saya yang tidak tahu apa-apa, tega mereka bunuh begitu," ungkap Wagiman dengan bibir gemetaran dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.
Berdasar informasi yang diperoleh Tribun, salah satu pelaku utama pembunuhan ini adalah Andi Mattalata alias Andi Lala. Andi Lala adalah keluarga Sri Ariyani, istri Riyanto.
Secara hubungan kekerabatan, Andi adalah abang ipar Riyanto, karena istri Riyanto dengan istri Andi bernama Reni, sepupuan. Disinggung mengenai keterlibatan Andi dalam pembunuhan ini, Wagiman tampak kaget. Dahinya berkerut, dan wajahnya berubah masam.
"Kalau memang Andi terlibat, jujur saya kaget. Kok tega dia bunuh saudaranya sendiri. Bahkan, ibu Sumarni itu kan keluarganya juga. Kan keji sekali itu," ungkapnya.
Wagiman mengatakan, selama ini Riyanto dan Andi tidak ada masalah. Sehingga, keluarga tidak pernah curiga terhadap Andi.
"Ya, enggak nyangka saja saya. Kok tega sekali dia begitu. Saya minta kepada polisi mereka itu dihukum seberat-beratnya lah," ungkap pria beranak tiga ini sembari menghela nafas dalam-dalam.
Berdasar informasi yang beredar di lapangan, pembunuhan yang direncanakan Andi berlatar masalah perebutan warisan menyangkut tanah milik orangtua Sri Ariyani, yang ada di Seirampah, Serdangbedagai. Ditanya mengenai hal ini, Wagiman geleng kepala. Hanya saja, kata Wagiman, memangia ada menitipkan empat surat tanah.
"Kalau soal itu (tanah milik mertua Riyanto), saya enggak tahu. Yanto gak pernah cerita. Hanya saja, saya memang ada nitipkan empat surat tanah sama mendiang ini," ungkap Wagiman. Keempat surat tanah itu, katanya, adalah milik keluarga besar mereka. Total tanah milik keluarga yang sudah dipecah empat itu, sekitar 3.000 meter persegi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/andi-lala_20170412_075207.jpg)