Pemilik Kos-kosan Banyak Mengeluh ke PDAM Tirtanadi, Satu Diantaranya Terkait Hal Ini
"Pemilik kos sama sekali gak tau, kalau penghuni kos-kosannya menunggak rekening air. Sebab surat peringatan dari PDAM gak pernah diberikan"
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, SSTP meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi untuk tidak ragu–ragu menaikkan tarif kalau memang tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini terungkap pada saat sosialisasi penyesuaian tarif air minum PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Camat Medan Selayang Jl. Bunga Cempaka, Padangbulan, Rabu (12/4/2017).
“Kami dan masyarakat Medan Selayang mendukung sepenuhnya penyesuaian tarif air minum ini apabila memang tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”kata Sutan Tolang Lubis.
Senada dengan Camat nya, Sukarman seorang tokoh masyarakat Medan Selayang yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan dukungannya kepada PDAM tirtanadi.
"PDAM jangan ragu untuk menaikan tarif air. Kami mendukung dan menerima penyesuaian tarif ini,"ujar Sukarman.
Turut hadir, Kadiv Hubungan Langganan, Tauhid Ikchyar, Kadiv SIM Cece Harahap, Kacab Sunggal, Kacab Padangbulan Saul Parapat, Warga, LSM dan sejumlah Lurah dan Kepala Lingkungan di Kecamatan Medan Selayang.
Sementara itu, Mewakili Manajemen PDAM Tirtanadi, Ketua Tim Tarif yang juga selaku Kadiv SDM PDAM Tirtanadi Zulkifli Lubis mengatakan PDAM Tirtanadi terus berbenah dan akan ada perubahan-perubahan terkait kenaikan tarif air ini namun semuanya perlu waktu.
“Penyesuaian tarif dilakukan untuk tujuan pengembangan Tirtanadi, khususnya guna penambahan kapasitas produksi air minum PDAM Tirtanadi sehingga dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat pelanggan,” jelas Zulkifli Lubis.
Selain itu, Zulkifli Lubis menyampaikan bahwa PDAM Tirtanadi sudah 4 tahun tidak menaikkan tarif dan dalam penyesuaian tarif PDAM Tirtanadi tidak asal–asalan dengan melalui tahapan tahapan pengkajian merujuk pada ketentuan Permendagri No 71 Tahun 2016 yang memberi kesempatan bagi setiap PDAM di Indonesia melakukan penyesuaian tarif untuk menyehatkan perusahaan.
Pada sosialisasi tersebut, satu persatu warga, kepling dan tokoh masyarakat menyampaikan kritik, saran dan harapan kepada PDAM sebagai pengelola air besih kebanggaan Sumut.
Pada umumnya mereka semuanya tidak keberatan dengan kenaikan tarif. Karena gak mungkin pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Baca: Pramugari Bantu Proses Persalinan Penumpang di Atas Pesawat, Ini Foto-foto Mengharukannya
Baca: Soal Kondisi Mata Novel Baswedan, Ini Kata Dokter yang Merawat
Sebagai pelanggan Tirtanadi, warga sudah cukup tahu bahwa biaya produksi dan pendistribusian air ke pelanggan tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit dan itu harus di bayar.
Sementara itu, Syahrul yang merupakan Kepling II, Kelurahan Beringin berharap Tirtanadi jangan langsung main copot meteran kepada pelanggannya yang menunggak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/medan-selayang-sosialisasi-tarif-air-tribunm_20170412_153826.jpg)