Pembunuhan Sadis
Sebenarnya Andi Lala Berniat Bunuh Kinara, Tapi Tuhan Berkehendak Lain
"Mestinya Kinara, anak berumur empat tahun juga mereka bunuh. Namun, kehendak Allah, balita itu selamat walau dirawat di rumah sakit," ujarnya
Ia menambahkan, penyidik tidak percaya begitu saja pengakuan Andi Lala melakukan pembuhan karena dendam. Apalagi, kenyataannya, Andi Lala bersama dua rekannya juga merampok.
"Kenyataannya mereka merapok juga, dan mempersiapkan perencanaan. Kami akan terus mendalami motif pembunuhan ini. Untuk sementara motifnya dendam," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan Andi Lala, katanya, Riyanto punya utang untuk membeli sabusabu Rp 5 juta. Karena itu, ia mengumpulkan rekan-rekannya guna merencanakan pembunuhan tersebut.
Sabtu pagi, Andi Lala mengadaikan sepeda motor guna membeli beberapa peralatan, seperti sabusabu untuk digunakan bersama Riyanto.
"Uang gadaikan sepeda motor itu juga digunakan untuk sewa mobil yang digunakan menuju Mabar. Ia juga membeli peralatan besi untuk mengeksekusi seluruh penghuni rumah," kata Kapolda.
Ia menuturkan dari hasil pemeriksaan saksi mahkota dan olah tempat kejadian perkara, terungkap sebelum membunuh satu keluarga, Andi Lala mengajak Riyanto menggunakan sabu bersama-sama.
Para tersangka pembunuhan juga menggunakan sabusabu sebelum berangkat ke Mabar. Karena itu, penyidik yakin Andi Lala bersama rekan-rekannya datang ke rumah Riyanto tengah malam.
"Mereka bertamu sekitar pukul 23.00 WIB, dan melakukan eksekusi sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 00.30 WIB. Saat Riyanto lengah, para tersangka lainnya masuk ke dalam rumah dan eksekusi gunakan alat yang sudah dipersiapkan," ujarnya.
Menurutnya, bila Andi Lala membawa barang-barang milik Riyanto ke rumahnya di Jalan Pembangunan II Lubukpakam, kemungkinan istrinya mengetahui adanya pembunuhan tersebut.
"Kalau tersangka berani membawa barang-barang ke rumahnya kira-kira orang rumah tahu enggak? Kalau orang rumah sudah tahu melakukan pembunuhan perlu takut atau tidak? Jadi, kami akan kembangkan terus kasus ini," katanya.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Andi Lala, polisi menemukan bercak darah di dalam rumah. Bahkan, bercak darah masih jelas terlihat di lantai dan baju Andi Lala.
"Tidak perlu Andi Lala mengaku, penyidikan sudah mengarah ke sana (penetapannya sebagai tersangka)" ujarnya.(tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kinara-bayi-selamat_20170410_103805.jpg)