Segini Biaya yang Dibutuhkan Tirtanadi Untuk Melayani Pelanggan
"Tarif PDAM Tirtanadi terakhir kali mengalami kenaikan pada tahun 2013, jadi dengan dilakukan penyesuaian tarif tahun ini dirasakan..."
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masyarakat Kecamatan Deli Menyambut Baik Sosialisasi Terkait Kenaikan Tarif PDAM Tritanadi Sumut.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi mengadakan kegiatan sambung rasa sekaligus sosialisasi terkait kenaikan tarif PDAM Tirtanadi di Kantor Lurah Mabar Hilir, Selasa (19/4/2017).
Kepada masyarakat se Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Mabar Hilir. Zulkifli mengatakan bahwa tarif air PDAM Tirtanadi sudah lama tidak melakukan penyesuaian. Terakhir kali Tarif air ini naik pada tahun 2013.
Baca: Tahun Ini, Tirtanadi Akan Bangun 5 Infrastruktur Untuk Tingkatkan Pelayanan
Baca: KPU: Pencoblosan Putaran Kedua Lebih Tenang dan Lancar
"Tarif PDAM Tirtanadi terakhir kali mengalami kenaikan pada tahun 2013, jadi dengan dilakukan penyesuaian tarif tahun ini dirasakan sudah sepantasnya dilakukan. Karena, dengan dilakukan penyesuaian tarif akan semakin meningkatkan kualitas kepada masyarakat (pelanggan)," ujar Zulkifli kepada masyarakat.
Selain menyampaikan masalah penyesuaian tarif air PDAM Tirtanadi, Zulkifli juga menjelaskan bagaimana situasi dan kondisi PDAM Tirtanadi saat ini serta seluruh pembiayaan yang dikeluarkan PDAM Tirtanadi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya.
"Memang air gratis, tetapi membuat air menjadi bersih dan pengoperasioannya hingga sampai kepada masyarakakat maupun pelanggan itu yang besar biayanya. Makanya dilakukan penyesuaian tarif dan penyesuaian ini sudah disetujui oleh Gubernur Sumut selaku penanggung jawab dari BUMD PDAM Tirtanadi ini," tuturnya.
Adapun hasil yang positif yang berhasil diciptakan PDAM Tirtanadi diantaranya melakukan Input transparansi dan akuntabilitas.
Bahkan PDAM Tirtanadi dalam meningkatkan pelayanan juga telah dibuka pembayaran rekening air dan membuka sambungan baru secara online.
"Dulunya ada pegawai PDAM Tirtanadi yang melakukan penagihan dari rumah ke rumah, untuk menghindari kerugian pelanggan. PDAM Tirtanadi sudah membuka sistem pembayaran rekening air melalui online dan pasang baru juga sudah bisa melalui online," ungkapnya menerangkan.
Sedangkan Irvan Simatupang dosen dari USU dan sebagai pembicara kegiatan sosialisasi ini mengatakan bahwa penyesuaian tarif itu merupakan hal yang biasa.
Apalagi PDAM Tirtanadi sejak tahun 2013 tidak melakukan penyesuaian tarif.
"Kenaikan tarif air ini pastinya sudah dilakukan berbagai kajian, namun saya mengharapkan agar pelayanan PDAM Tirtanadi semakin ditingkatkan. Misalnya jangan ada lagi air kotor maupun mampet, itula yang diharapkan dari masyarakat. Jika ada keluhan dari masyarakat ataupun pelanggan haruslah secara cepat direspon," ujarnya menjelaskan.
Masyarakat yang mendengar sosialisasi ini merespon dengan positif dengan wacana penyesuaian tarif air PDAM Tirtanadi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sosialisasi-tarif-air-di-camat-medan-tembung-tribun_20170419_232350.jpg)