Jusuf Kalla Blakblakan Sebut Pemerintahan SBY Boediono Zalim pada Pengusaha Kecil

"Pengusaha besar (bunganya) 11 persen, pengusaha kecil 23 persen. Itu adalah suatu kezaliman yang terjadi," kata JK.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Kongres Ekonomi Umat 2017, Senin (24/4/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono telah melakukan suatu kezaliman terhadap rakyat.

Hal ini disampaikan JK saat menutup Forum Ekonomi Umat yang digelar Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Senin (24/6/2017).

JK mengatakan, saat SBY masih berpasangan dengannya pada periode 2004-2009, bunga untuk kredit usaha rakyat pengusaha kecil hanya 10-11 persen.

Namun, setelah SBY melanjutkan pemerintahan periode kedua bersama Boediono, bunga KUR untuk pengusaha kecil dinaikkan hingga 23 persen.

Sementara bunga bagi pengusaha besar yang akan mengajukan kredit tetap sama.

"Pengusaha besar (bunganya) 11 persen, pengusaha kecil 23 persen. Itu adalah suatu kezaliman yang terjadi," kata JK.

JK memastikan, kezaliman seperti itu tidak akan terjadi lagi pada pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo.

Saat ini, kata dia, pemerintah justru menurunkan bunga KUR bagi pengusaha kecil.

"Sekarang kita turunkan 9 persen, kita akan turunkan lagi jadi 7 persen," kata Kalla disambut tepuk tangan peserta kongres.

Warung Pak Haji

JK berharap warung kecil yang dikelola masyarakat bisa bersaing dengan minimarket yang kini semakin menjamur.

"Warung Pak Haji jangan mau kalah sama mini market yang sudah tersebar di seluruh daerah," kata Jusuf Kalla.

Dia mengatakan jika tidak ada perbaikan sarana, fasilitas, dan ketersediaan barang di warung-warung kecil, lambat laun, warung itu akan terpinggirkan.

Saingan mereka, kata Jusuf Kalla, memiliki fasilitas yang baik, terang, bersih dan terdapat pendingin ruangan di dalamnya.

"Jadi saya rasa harus ada perbaikan fasilitas dari warung Pak Haji ini. Kalau tidak, bagaimana nanti mereka mau jualan?" kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved