Perjuangan Hidup
Perempuan Ini Ngesot demi Mengais Rezeki
Tidak memiliki kaki, tetapi Ima masih bisa hidup mandiri dengan berjualan makanan ringan keliling.
TRIBUN-MEDAN.com - Memiliki anggota tubuh yang tidak sempurna tidak lantas membuat seorang wanita tua di Situbondo, Jawa Timur, duduk diam berpangku tangan.
Tidak memiliki kaki, tetapi Ima masih bisa hidup mandiri dengan berjualan makanan ringan keliling.
Ima berjalan menggunakan kedua tangannya, sementara barang dagangannya ditaruh di atas kepala.
Baca: Mengaku Tak Ada Dendam, Nikita Mirzani Tunggu Momen Tepat Besuk Julia Perez
Baca: Ini Perbincangan Julia Perez dan Gaston dalam Ruang Perawatan
Baca: Mengejutkan, Pengakuan Eko Patrio soal Hubungan Raffi dan Ayu Ting Ting: Itu Cuma Gimmick
Seperti dikutip dari postingan Arif Witanto, salah satu netizen yang membagikan kisah hidup Ima, wanita itu telah berjualan makanan ringan sejak tahun 1970-an.
Selain berjualan di sebuah sekolah dasar (SD), ia juga biasa berkeliling.
Meskipun sudah berjualan berpuluh-puluh tahun, tetapi warga Desa Pleyan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jawa Timur ini belum memiliki modal sendiri untuk berjualan.
Selama ini, ia hanya mengambil barang dagangan di sebuah toko dan akan membayarnya jika sudah habis terjual.
Baca: Sebelum Tewas Tenggelam, Aldi Sempat Katakan Kalimat Ini
Baca: Tak Lagi Berkomunikasi, Cara Ria Irawan Berempati pada Julia Perez
Baca: Lolos dari Kejaran Massa, Anggota DPRD Bone Ditemukan Tewas
"Mbah Ima memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan makanan ringan meski dengan cara ngesot karena tidak mempunyai kaki.
Mbah Ima mempunyai keterbatasan fisik karena tidak mempunyai kaki, sehingga ia harus berjalan ngesot dengan ditopang kedua tangannya untuk berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ima-warga-desa-pleyan_20170424_064920.jpg)