Banjir Bandang
Histeris, 5 Tewas Akibat Banjir Bandang Magelang
Banjir bandang memporak-porandakan permukiman warga di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Grabad, Magelang, Sabtu (29/4/2017)
Tak pelak tebing di Gunung Sokorini longsor dan menimpa sungai kecil di bawahnya.
Material longsoran membuat aliran air tertutup. Tak lama kemudian muncul banjir bandang yang menghanyutkan rumah, pohon, dan bebatuan berukuran besar.
"Tadi itu warga terus memukul kentongan. Saya langsung keluar rumah dan melihat air sudah menerjang perkampungan. Mungkin tingginya (air) lebih dari tiga meter. Airnya keruh bercampur pepohonan dan batu besar," katanya.
Saat kejadian, puluhan warga berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Dalam kondisi mencekam, warga terus berteriak histeris karena melihat terjangan banjir bandang yang meluluhlantakan permukiman.
Setelah banjir mulai mereda, warga yang sebelumnya mengungsi ke tempat aman mulai memberanikan diri mendekat ke aliran sungai.
Kemudian warga mulai mencari korban yang rumahnya terseret banjir.
"Korban di sini (Sambungrejo) yang pertama ditemukan Mbah Sukinah. Tubuhnya ditemukan di sekitar setengah kilo dari rumahnya," jelas Agung.
Warga lainnya, Joko mengungkapkan beberapa warga masih hilang.
"Masih ada beberapa orang yang belum ditemukan, di rumah Bidan Ariyanti saja masih empat orang yang belum ditemukan," tambahnya.
Jalan Terputus
Pantauan Tribun Jogja di Dusun Sambungrejo, akses menuju ke lokasi bencana masih tertutup material longsor.
Para relawan terus berusaha membuka jalur dengan menggunakan peralatan sederhana karena memang alat berat masih berusaha didatangkan ke lokasi kejadian.
Hingga pukul 19.30, ratusan relawan masih berusaha menyingkirkan material longsoran yang menutupi jalan menuju ke Dusun Sambungrejo.
Sebuah alat berat masih dalam perjalanan menuju ke lokasi jalan yang tertutup material longsoran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-bandang-magelang_20170430_075624.jpg)