Melawan Kanker Tulang, Ini yang Sudah Dilalui Duma Sang Pelajar Hingga Harapannya ke Depan

"Bulan Januari 2016, dokter mendiagnosa Duma menderita tumor Sarakoma. Dokter mengamputasi jempolnya. Kemudian Afnita harus menjalani 6 kali.."

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan / Dedy
Afnita hanya bisa terbaring dengan tangan kiri yang digerogoti kanker ganas 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Afnida Duma Sari br Saragih, terlihat pucat menahan dan melawan sakit kanker tulang ganas yang dideritanya sejak Oktober 2016.

Pelajar kelas 3 SMA YP Sultan Agung Siantar atau karib disapa Duma ini hanya bisa terbaring saat pihak sekolah menjenguknya, Selasa (2/5/2017).

Putri dari Jenni Sianturi dan Risman Saragih ini hanya dirawat di kediamannya di Emplasmen Marjandi, Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun.

Sebelumnya sempat dirujuk dan operasi kemo ke RS Murni Teguh di Medan, namun membuahkan hasil.

"Sudah kami bawa ke Murni Teguh tapi gak perubahan. Kata harus diamputasi biar gak menjalar, tapi ini malah makin parah dan menjalar hingga ke semua tangannya. Dia pun bilang sama kami trauma berobat ke rumah sakit, makanya dirawat di rumah pakai obat herbal," kata Jenni Sianturi.

Baca: Indah Guru Cantik yang Ikuti Program SM3T Ini Curhat Mengenai Pengalamannya Mengajar

Indah Rosidah, alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dan sedang mengajar di daerah pedalaman Nias Selatan, Selasa (2/5/2017). (Tribun Medan / Jefri)
Indah Rosidah, alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dan sedang mengajar di daerah pedalaman Nias Selatan, Selasa (2/5/2017). (Tribun Medan / Jefri) (Tribun Medan / Jefri)

Akibat penyakitnya Duma saat ini tak bisa berbuat apa-apa. Kanker ganas menggerogoti keseluruhan tangan kirinya, dari lengan hingga ujung jemarinya. Kondisinya tangannya membengkak, kulit seperti melepuh dan dijamuri nanah.

Jenni menceritakan, Duma awalnya mengeluhkan sakit pada jari jempolnya. Ada benjolan kecil pada jempolnya. Benjolan itu tumbuh pada bulan Oktober 2016 lalu. Keluarga kemudian membawanya berobat.

"Bulan Januari 2016, dokter mendiagnosa Afnida menderita tumor Sarakoma. Dokter mengamputasi jempolnya. Kemudian Afnida harus menjalani 6 kali kemoterapi. Tapi tangannya semakin membengkak dan benjolan menjalar ke bagian punggung, payudara. Ini benjolan di bagian ketiak juga semakin membesar,” jelas Cristina.

Baca: NEWSVIDEO: SBSI Lakukan Demo di Bundaran Mayjestik, Ini Tuntutan Mereka

Baca: Takut-takuti Warga dengan Parang Dua Kuli Bangunan Digiring ke Sel

Terus lakukan pengobatan, Februari 2017, kondisi Afnida sempat membaik. Afnida sudah bisa duduk di ranjang. Namun itu tak bertahan lama. Pada Maret 2017 kondisinya kembali turun dan hanya bisa terbaring lagi.

Afnida yang ditemui wartawan di kediamannya, mengaku mengharapkan lekas atas kesembuhan. Dirinya masih sangat bersemangat melanjutkan pendidikan dan berkumpul bersama teman seangkatannya.

“Aku sangat rindu sehat seperti dulu bisa sekolah lagi. Aku juga rindu dengan teman-teman sekolahku di Sultan Agung. Doakan aku bisa kuat dan lekas sembuh," kata Duma.

(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved