Real Madrid vs Atletico Madrid

Tanda Bahaya Kepanikan

Tahun ini Real Madrid tak menjadikan Liga Champions sebagai prioritas. Namun sudah kepalang basah lantaran menembus semifinal.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/GERARD JULIEN, PIERRE-PHILIPPE MARCOU
ZINEDINE Zidane dan Diego Simeone 

SAAT tendangan melengkung Daniel Parejo melesak ke sudut kanan atas gawang Real Madrid yang dikawal Keilor Navas, seisi Santiago Bernabeu terhenyak. Sorak-sorai seketika lenyap. Valencia menyamakan skor 1-1. Itu artinya, Real Madrid kehilangan dua poin dan dengan demikian akan berjarak dari Barcelona, yang diyakini bakal menggulung Espanyol --meski pertandingannya sendiri baru akan berlangsung beberapa setelah laga di Bernabeu.

Di lapangan, pemain-pemain Real Madrid juga kehilangan ketenangan. Raut tegang tergambar jelas di wajah mereka. Tak terkecuali pada Toni Kross dan Luka Modric, dua gelandang yang biasanya paling mampu menetralisir kepanikan.

Cristiano Ronaldo? Tidak usah ditanya lagi. Dia terus berteriak-teriak. Menggerutu pada dirinya sendiri. Mendamprat wasit. Ronaldo panik. Sebab jika Real Madrid betul-betul gagal menang, dia satu di antara pihak yang akan paling disalahkan.
Ronaldo memang mencetak satu gol. Akan tetapi dia gagal mencetak gol dari titik putih di menit 57. Tendangannya berhasil diblok kiper Valencia, Diego Alves. Andaikata eksekusi Ronaldo sukses, tentu gol Parejo tak akan berarti banyak.

Untungnya kepanikan tak berusia panjang. Hanya empat menit. Akselerasi berkelas dari Marceloa, yang melejit dari sisi kanan lapangan Valencia, membuka ruang di kotak penalti, dan pemain-pemain Valencia tak awas dan lamban bereaksi, atau mungkin tak menyangka, Marcelo yang kidal bakal nekat melepaskan tembakan dengan kaki kanan.

MARCELO merayakan gol yang dicetaknya bersama Sergio Ramos (kanan) dan Marco Asensio.
MARCELO merayakan gol yang dicetaknya bersama Sergio Ramos (kanan) dan Marco Asensio. (AFP PHOTO/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Kekalahan Real Madrid dari Barcelona pada El Clasico 23 April 2017 lalu memang berimbas besar. Kekalahan yang membuat Real Madrid selalu berada dalam posisi terjepit, posisi yang tak nyaman, sampai La Liga berakhir 22 Mei. Sekali saja terpeleset, gelar juara akan lepas ke Barcelona.

Tekanan lain adalah rumor tentang pemain dan Zinedine Zidane. Paling hangat tentulah menyangkut Isco dan Alvaro Morata, pemain-pemain hebat yang merasa kurang mendapatkan tempat dan karena itu terus dihubung-hubungkan dengan klub lain. Terutama klub dari Liga Inggris. Paling anyar, mantan pelatih kepala Real Madrid yang kini menukangi Manchester United, Jose Mourinho, ikut memanas-manasi.

Dia tidak cuma bicara soal David de Gea, kiper Manchester United yang disebut-sebut akan pindah kandang ke Santiago Bernabeu musim depan. Sudah bukan rahasia jika Mourinho masih berupaya menghalang-halangi kepindahan itu. Entah bermaksud menggoda atau sebenarnya sudah putus asa, Mourinho bilang bahwa Manchester United bersedia menurunkan angka penjualan De Gea apabila Madrid mau melepas satu di antara Isco atau Morata.

Mereka berdua, bilang Mourinho, sangat pantas bermain di Liga Inggris, sangat pantas bermain di jajaran starting line up klub besar Liga Inggris seperti Manchester United, Chelsea, atau Arsenal. Kalau hanya sampai di sini, tentu, ucapan Mourinho tak akan mengganggu. Toh rumor seperti ini sudah mengemuka sejak awal musim. Namun dia juga mengatakan bahwa Isco sudah tidak betah di Madrid, dan Morata, tidak cocok dengan Zinedine Zidane.

Konsentrasi Zinedine terganggu pula oleh perkara di luar sepakbola. Perkara politik Perancis yang memang sedang panas. Zidane, yang di Perancis namanya kerap disebut dengan tambahan 'Pahlawan Piala Dunia', beberapa kali berbicara di depan publik, mengemukakan pendapat, bahkan mengimbau 'rakyat Perancis' untuk menghentikan (tidak memilih) Marion Anne Perrine "Marine" Le Pen.

Zidane tidak mendukung Emmanuel Macron, lawan Marine dalam Pemilu Presiden Perancis putaran kedua. Dia hanya menolak Marine, lantaran bertentangan pemahaman dan ideologi politik dengan National Front, partai yang mengusung Marine, puteri pendiri partai, Jean-Marie Le Pen. Zidane menganggap partai ini rasis dan bersikap lunak pada para kelompok-kelompok ekstrimis.

MARINE Le Pen
MARINE Le Pen (112.international.com)

Pemilu Presiden Perancis putaran kedua akan digelar 7 Mei, dan Zidane tak henti dicecar atas sikapnya. Pertanyaan terkait politik ini bahkan menyelinap sampai ke ruang konfrensi pers La Liga. Zidane menjawabnya, meski memperlihatkan air muka yang masam.

Di tengah segenap tekanan yang berpotensi terus menghadirkan kepanikan ini, Real Madrid harus turun bertanding di babak semifinal Liga Champions 2016-2017, menghadapi Atletico Madrid, tetangga yang makin ke sini makin merepotkan.

Tahun ini Real Madrid memang tidak menjadikan Liga Champions sebagai prioritas. Setelah sebelas gelar untuk sementara dianggap cukup. Fokus utama adalah La Liga. Namun ternyata musim ini Real Madrid kembali masuk semifinal. Kali ke 12 sepanjang penyelenggaraan liga Champions (total 28 di kompetisi regional Eropa). Jadi sudah kepalang basah. Kepalang tanggung. Sayang apabila dilewatkan.

PEMAIN-pemain Real Madrid berlatih menjelang laga putaran pertama semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid, di Santiago Bernabeau.
PEMAIN-pemain Real Madrid berlatih menjelang laga putaran pertama semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid, di Santiago Bernabeau. (AFP PHOTO/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Maka sejak Real Madrid memastikan kemenangan atas Bayern Munchen, target baru diapungkan. Madrid membidik final dan gelar juara ke 12.

Persoalannya, undian mempertemukan Real Madrid dengan Atletico. Bagi Real Madrid, terutama sejak musim 2013-2014, Atletico bukan lagi sekadar tetangga yang menjengkelkan lantaran bandel dan berisik. Mereka benar-benar telah menjelma tetangga yang merepotkan. Atletico bukan lagi sekadar cerita cinderela. Bukan cahaya yang cemerlang sesaat lalu padam.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved