Kasus Ahok

Pengamanan Sidang Putusan Ahok Empat Kali Lebih Banyak

"Baru saja kita melaksanakan tactical wall game dalam rangka rencana pengamanan sidang terakhir besok dengan agenda pembacaan putusan,"

Tayang:
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (2/5/2017). 

TNI akan diturunkan di sejumlah objek vital.

"Pada saat kita butuh bantuan kita sampai kan ke TNI untuk back up. Pada saat teknis tetap kita yang akan dari polisi yang mengendalikan," jelas Iwan.

Sementara itu, pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang selama ini menyuarakan agar Ahok diberi hukuman berat, mengaku siap menerima apapun putusan hakim.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Media Center GNPF-MUI, Erick Yusuf.

Menurut Erick, berdasarkan arahan dari Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, pihaknya percaya pada seluruh keputusan hakim.

"Intinya kita telah berdoa bersama meminta hakim untuk menjaga independensinya dan jauh dari intervensi. Jadi kami serahkan kepada mereka," ujar Erick.

Erick juga mengatakan bahwa pihaknya tidak meminta anggotanya untuk turun menghadiri sidang Ahok.

"Kalau dari GNPF-MUI, jelas arahannya bahwa besok tidak ada pengerahan massa," tambah Erick.

Senada dengan GNPF-MUI, Forum Betawi Rempug (FBR), juga tidak akan mengerahkan massa yang banyak pada sidang Ahok. Pihaknya hanya akan menurunkan massa dalam jumlah sedikit.

"FBR besok turun hanya 20 orang. Kami siap menerima apa saja keputusannya," jelas Ketua FBR, Luthfie Hakim.

Namun Luthfie, tidak melarang anggotanya untuk turun ke jalan besok atas nama individu. Meski secara kelembagaan pihaknya tidak akan turun secara maksimal.

(fah/tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved