Ahok Dipenjara

Status Dukung 'Gerakan Matikan Lilin untuk Ahok', Gubernur Sebut Akun Facebook Kena Hack

Dalam status itu tertulis bahwa Syahrul mendukung "Gerakan Matikan 1.000 Lilin" yang sebelumnya digelar untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ribuan warga menggelar aksi Solidaritas Seribu Lilin Keadilan di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/5/2017) malam. Aksi Seribu Lilin tersebut dilakukan untuk menuntut keadilan bagi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, serta mengajak masyarakat untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com - Status yang tertulis di dinding akun Facebook milik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menjadi viral di media sosial.

Dalam status itu tertulis bahwa Syahrul mendukung "Gerakan Matikan 1.000 Lilin" yang sebelumnya digelar untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pantai Losari.

Baca: Kenapa Fahri Hamzah Diusir dan Ditolak di Manado?

Baca: Syahrini Posting Foto Pose Tidur Cantik, Netizen: Gedong Cucok

Baca: Ingat Kematian Udin, Wartawan Bernas Jogja? Peliknya Kasus Novel Baswedan Dinilai Mirip Seperti Itu

Namun, aksi itu dibubarkan oleh massa beratribut Front Pembela Islam (FPI).

"Saya Gubernur Sulsel sangat mendukung "Gerakan Matikan 1000 Lilin" demikian bunyi tulisan yang beredar di bawah nama Syahrul Yasin Limpo.

Status itu tercatat ditulis empat jam sebelum aksi digelar, Sabtu (13/5/2017) malam.

Tidak hanya seruan mendukung gerakan lilin dimatikan, ada juga seruan mengundang seluruh warga untuk membubarkan aksi 1.000 lilin.

Bahkan, juga ada unggahan gambar maupun tulisan yang berbau provokasi dan memicu isu SARA.

Ketika dikonfirmasi, Syahrul membantah keras membuat status dan mengunggah gambar-gambar tersebut.

"Saya tidak pernah buat status-status seperti itu di Facebook. Akun saya dibajak. Saya sudah ambil kembali aku dan saya telah memberikan penjelasan di dinding. Maaf ya, saya lagi ada acara," ungkap Syahrul ketika dikonfirmasi via telepon, Minggu (14/5/2017).

Syahrul berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya dan terpancing dengan unggahan status maupun foto yang berbau SARA di tengah situasi yang sensitif saat ini.

(Kompas.com/Hendra Cipto)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved