Serangan Virus WannaCry

Pakar Google Sebut Korea Utara Dalang Serangan Virus Wannacry, Ini Buktinya

Sejumlah pakar teknologi informasi menduga Lazarus Group melancarkan aksinya dari China, tapi atas nama rezim Korea Utara.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
HO/Kemenkominfo
Dunia dihebohkan oleh kemunculan virus internet ransomware berjenis WannaCry yang menyebar sejak Jumat (12/5/2017). Program jahat itu telah berekspansi ke sekitar 100 negara, termasuk Indonesia. 

Para peretas yang ahli kemudian mengamini teori bahwa Korut melakukannya dengan melacak asal muasal serangan.

Sulit diseret ke meja hijau
Dalam kasus Wannacry, para peretas mungkin menduplikasi kode dari serangan sebelumnya yang dilakukan Lazarus Group.

Kaspersky mengatakan hal ini "mungkin saja" tapi "sulit terjadi" mengingat kode-kode dalam versi lanjutan sudah dihapus.

"Ada banyak 'jika' dalam kasus ini. Sulit menyeret pelakunya ke meja hijau dengan bekal saat ini. Namun, bisa diteliti lebih dalam dan sadar akan bias konfirmasi setelah Korea Utara diduga sebagai kemungkinan pelaku."

Penyerangan virus WannaCry di seluruh dunia
Penyerangan virus WannaCry di seluruh dunia ()

Dugaan bahwa Korut adalah dalang di balik Wannacry adalah yang paling kuat saat ini. Akan tetapi, ada tiga argumen yang menepis dugaan tersebut.

Pertama, Cina adalah salah satu negara yang paling parah terpapar Wannacry. Para pelaku peretasan memastikan bahwa ada versi bahasa Mandarin dalam teks permintaan tebusan. Jika pelakunya Korea Utara, sulit membayangkan mereka ingin dua sekutunya, Rusia dan Cina, turut terpapar.

Kedua, rangkaian serangan siber Korut biasanya memiliki target yang spesifik, bahkan disertai agenda politik.

Sony Pictures diretas pada 2014 bersamaan dengan rencana peluncuran film The Interview yang menjadikan Kim Jong-un sebagai bahan lelucon.
Sony Pictures diretas pada 2014 bersamaan dengan rencana peluncuran film The Interview yang menjadikan Kim Jong-un sebagai bahan lelucon. ()

Dalam kasus Sony Pictures, para peretas berupaya mencegah penayangan The Interview, film yang menjadikan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, sebagai bahan lelucon. Wannacry, berbeda 180 derajat, karena menyerang siapapun tanpa pandang bulu.

Argumen ketiga, jika motif serangan Wannacry adalah uang, aksi itu tidak bisa dibilang berjalan sukses. Menurut hasil analisis terhadap akun-akun Bitcoin yang digunakan para peretas, jumlah uang tebusan yang terkumpul 'hanya' mencapai US$60.000 (Rp797,8 juta).

Mengingat lebih dari 200.000 komputer yang terkena virus Wannacry, jumlah itu sangat kecil. Tapi, boleh jadi, uang tebusan hanyalah pengalihan dari agenda politik terselubung.

Kemungkinan lain adalah Lazarus Group bekerja sendiri, tanpa perintah langsung dari Korut. Bahkan, ada kemungkinan Lazarus Group tidak terkait sama sekali dengan Korut.

Saat ini memang lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Dan dalam perang siber, fakta sangat sulit ditemukan.

(Dave Lee)

Sumber: bbc
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved