Tragis, Dua Pria Ini Tewas Ditikam Akibat Membela Dua Wanita Muslim yang Dihina

"Tersangka meneriakkan banyak hal termasuk makian dan ujaran kebencian. Dan pada satu titik dia fokus memaki ke arah dua perempuan itu."

Editor: Tariden Turnip
Shutterstock
Ilustrasi Amerika Serikat 

TRIBUN-MEDAN.COM  - Dua orang pria tewas ditikam di dalam sebuah kereta api di Portland, Oregon, AS, Jumat (26/5/2017).

Kedua pria itu ditikam saat mencoba mencegah seorang pria yang menghina dua perempuan Muslim yang mengenakan hijab.

"Penumpang ketiga yang mencoba menolong juga ditikam tetapi lukanya tak membahayakan jiwanya," kata juru bicara kepolisian Oregon, Sersan Pete Simpson.

Baca: Miris, Ketua Satgas Pungli di Kementerian Desa Malah Diciduk KPK dalam OTT

Baca: Puasa Hari Pertama, Anies Lepas Kepergian sang Adik: Ridwan Memiliki Golden Heart

Simpson menambahkan, tersangka penikaman ditangkap polisi saat dia berusaha melarikan diri dari stasiun menuju ke sebuah permukiman penduduk.

Polisi kini masih menyelidiki identitas tersangka dan ketika pria yang ditikamnya.

"Tersangka meneriakkan banyak hal termasuk makian dan ujaran kebencian. Dan pada satu titik dia fokus memaki ke arah dua perempuan itu," tambah Simpson.

Baca: Dikabarkan Mualaf, Lindsay Lohan Ucapkan Selamat Ramadan di Puasa Pertamanya

Tersangka, lanjut Simpson, kemudian berpaling ke arah para penumpang yang mencoba menolong kedua perempuan yang dicaci maki itu.

"Di saat dia memuntahkan caci makinya, beberapa orang mendekat dan berusaha menghentikan perilakunya. Ternyata tersangka langsung menyerang orang-orang itu," lanjut Simpson.

Seorang korban langsung tewas di lokasi kejadian dan satu lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

Baca: Kenakan Bra di Luar Kaus, Penampilan Fenita Arie Buat Banyak Netizen Gagal Fokus

Korban ketiga masih dirawat di rumah sakit tetapi luka yang dialaminya tak membahayakan jiwa.

"Orang-orang ini hanya penumpang biasa yang celakanya terlibat dalam masalah ini," tambah Simpson.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved