Netizen Bongkar Kecurangan SPBU, Beli 4 Liter Disunat Jadi 3 Liter

Setelah 24 jam diunggah, postingan ini dibagikan 84 ribu kali. Sedangkan videonya diputar lebih 7 juta kali.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
Kompas.com/David Oliver Purba
SPBU 34-10604 di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, yang diduga mencurangi pembeli BBM. 

Beldy lantas menjelaskan kecurigaannya bahwa takaran bahan bakar yang diisi tidak sesuai dengan yang dia bayarkan.

"Saya ditanyakan sama karyawan itu, dia tanya 'Terus bagaimana Pak?' Saya bilang ini kurang saya mau tahu benar atau enggak, saya enggak ada niat (aneh-aneh) dari awal," ujar Beldy saat dikonfirmasiKompas.com, Rabu (31/5/2017).

Baca: Tentara Korban Bom di Irak Ini Tetap Sanjung Islam dan Tidak Rasis Meski Kehilangan Kakinya

Beldy meminta agar takaran bensin yang telah diisi itu dihitung kembali dengan melakukan penyedotan.

Penanggung jawab SPBU itu menyuruh petugas lain untuk menyedot bahan bakar dari kendaraan Beldy.

Saat seluruh bahan bakar sudah dikeluarkan, Beldy melihat bahwa takaran tak sesuai dengan 4 liter bensin yang ia bayarkan.

Namun, Beldy tidak secara langsung mengatakan hal itu kepada petugas tersebut. Tiba-tiba, petugas membawa 1 liter bensin Pertamax dari sebuah wadah dan dimasukan ke kendaraan milik Beldy.

Beldy mengatakan, ia tak mempertanyakan secara langsung soal kekurangan bahan bakar itu. Ia langsung pergi meninggalkan SPBU itu.

Petugas, kata Beldy, juga tidak memberikan pernyataan saat itu. "Saya langsung pergi saja. Saya enggak ada ngomong apa-apa karena lagi puasa. Saya menghargai saja ya saya pergi," ujar Beldy.

Posting-an Beldy di media sosial Facebook telah dikomentari ribuannetizen dan juga dibagikan sebanyak ribuan kali.

Beldy juga mem-posting sebuah video yang memperlihatkan empat orang petugas SPBU sedang menakar kembali bahan bakar yang dijual kepada Beldy.

Dalam video itu, terlihat seorang petugas memasukkan bensin ke dalam sebuah wadah pengukuran.

Tak berselang lama, seorang petugas lainnya datang dan membawa sebuah botol bensin berisi bahan bakar.

Kemudian, bahan bakar itu dimasukan ke dalam kendaraan Beldy. Saat mendatangi SPBU itu, Kompas.com masih belum mendapatkan konfirmasi dari pihak pengelola SPBU.

Salah satu petugas keamanan SPBU mengatakan, pengelola SPBU yang diketahui bernama Eko itu masih berada di Mapolres Jakarta Pusat. Ia mengaku tidak tahu untuk apa pengelola SPBU ke kantor polisi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved