Ingat Lukisan di Kaleng Biskuit Khong Guan yang Melegenda? Gini Kabar Terbaru Sang Pelukisnya

"Pemilikinya sama, mungkin karena buat apa juga diganti-ganti, dari gambar itu saja sudah laku produknya," tuturnya.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
istimewa
Lukisan di kaleng biskuit Khong Guan yang melegenda 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

TRIBUN-MEDAN.COM - Anda tentu tahu gambar dalam kaleng biskuit Khong Guan. Gambar yang diciptakan tahun 1971 itu sangat melegenda. Tapi, tahukan sosok dan proses kreatif di balik pembuatan lukisan tersebut?

Baca: Nadia Temui Mantan untuk Minta Foto Syur Pacaran Dihapus, Malah Ini yang Terjadi

Dia adalah Bernadus Prasodjo (68). Lelaki kelahiran Salatagia itu ternyata gagal menjadi sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) tetapi sukses menciptakan karya melegenda di biskuit tersebut. Kok bisa?

“Suka gambar dari kecil, lalu masuk Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kuliah cuma dua tahun, karena sering bolos dan terlalu asyik ngerjain orderan,” ujar Bernadus Prasodjo seperti dikutip dari boomee.co.

Baca: SPG Cantik Ini Dipecat Hyundai Gara-gara Haid

Dia menceritakan proses kreatifnya sebelum melahirkan karya yang melegenda sebagai seorang graphic designer itu.

Ketika masih kuliah di ITB, dia tinggal di Jalan Lekong Kecil, tak jauh dari kantor redaksi Majalah Aktuil. Di sering nongkrong di kantor majalah itu sampai kemudian ikut-ikutan buat komik untuk Aktuil.

Baca: SPBU Curang! Pakai Teknologi Ini Pemilik Raup Rp 50 Juta dari Satu Mesin Pompa

Setelah itu, ia pindah ke Jalan Biak, Roxy, Jakarta Pusat. Di situ ia sering mendapat pesanan menggambar dari perusahaan sparasi warna.

Kaleng roti Khong Guan
Kaleng roti Khong Guan (Isat)

“Perusahaan separasi warna itu juga yang memberi saya kerjaan ilustrasi untuk kaleng biskuit Khong Guan, lupa tahun berapa, yang jelas saat itu usia saya 24 tahun.” katanya.

"Waktu itu diberikan contoh dari potongan koran sama pemilik Khong Guan. Kenapa enggak ada bapaknya? Karena permintaanya seperti itu, mungkin karena target pasarnya adalah ibu-ibu," jelasnya.

Baca: Ternyata, Gunung Berapi Kelilingi Makam Nabi Muhammad, Rencana Pemindahan Dibayangi Kemarahan

Meski karyanya tersebut sempat viral di jagat dunia maya, dirinya tidak mendapatkan royalti apapun lantaran perjanjian awalnya berupa kontrak putus.

Dari semua karya yang pernah ia ciptakan, hingga kini terdapat tiga karyanya yang masih dipergunakan yaitu Khong Ghuan, Monde, dan Nissin wafer.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved