Tribun Ramadan

Bagi Penderita Diabetes, Hindari Makan dalam Porsi Besar saat Buka Puasa

Puasa tidak menjadi halangan bagi penderita diabetes asalkan memperhatikan asupan makanan dan minuman selama berbuka dan sahur.

Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Ramadan adalah moment bagi umat Muslim di dunia untuk menunaikan kewajibannya, yaitu berpuasa. Namun, bagi penderita diabetes, menjalankan puasa akan beresiko mengalami komplikasi karena pola makan yang berubah.

Diabetes adalah kondisi tingginya kadar gula dalam darah yang disebabkan rendahnya hormon insulin atau karena akumulasi glukosa pada darah. Penderita diabetes biasanya mengalami polyuria (sering kencing), polydipsia (mudah haus), dan polyphagia (mudah lapar).

Baca: Ustaz Solmed Ditahan Imigrasi 10 Jam tanpa Alasan yang Jelas

Baca: Ikatan Mahasiswa Magister Administrasi Publik UMA Buka Bersama dengan Anak Yatim

Menjalankan puasa bagi penderita diabetes beresiko terkena hypoglycemia dan hyperglycemia. Hypoglycemia adalah penurunan kadar gula darah secara drastis, yang menyebabkan kejang dan hilangnya kesadaran (pingsan). Sedangkan hyperglycemia adalah kondisi naiknya kadar gula darah yang menyebabkan kemampuan penglihatan berkurang, sakit kepala, mudah lelah, dan mudah haus.

Praktisi kesehatan sekaligus Ahli Gizi, Hesti Handayani saat diwawancarai Tribun/www.tribun- medan.com, Sabtu (3/6) menuturkan, tidak adanya asupan cairan selama puasa bagi penderita diabetes bisa mempengaruhi fluktuasi kadar gula.

"Puasa untuk waktu yang cukup panjang dan makan 2-3 kali dalam rentang waktu yang singkat memiliki efek yang cukup besar pada kadar gula dalam darah," katanya.

Namun, katanya puasa tidak menjadi halangan bagi penderita diabetes asalkan memperhatikan asupan makanan dan minuman selama berbuka dan sahur.

Ia mengatakan penderita diabetes patut menghindari makan dalam porsi besar, terutama saat berbuka puasa.
"Makan dalam porsi besar saat buka puasa berpotensi menimbulkan post-meal hyperglycemia atau melonjaknya gula darah setelah makan. Jadi lebih baik makan sedikit atau secukupnya," terangnya.

Baca: NEWS VIDEO: Begini Kronologis Pembunuhan Polisi Jakamal Tarigan Menurut Istrinya

Ia kembali menjelaskan pada saat berbuka puasa, penderita dapat makan sedikit, lalu dua atau tiga jam setalahnya dapat makan kembali dengan porsi sedikit. Dengan begitu gula darah bisa kembali stabil secara perlahan.

"Jangan mengonsumsi makan-makanan kaleng yang telah diawetkan, ataupun terlalu banyak makan goreng-gorengan. Selain itu konsumsi buah-buahan, sayuran, dan yoghurt tanpa pemanis," ujarnya.

Menurutnya, penderita diabetes juga perlu mengontrol makanan dan minuman yang terlalu manis karena akan memicu naiknya gula darah.
"Sesendok atau dua sendok teh gula sudah cukup untuk minuman berbuka puasa," imbuhnya.

Baca: Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Resto Fast Food Takut Rilis Albumnya

Sambungnya, asupan karbohidrat yang didapatkan dari makanan yang mengandung serat akan melepaskan energi secara perlahan di dalam tubuh. Sehingga akan memberi cukup energi untuk beraktifitas di pagi hingga sore hari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved