Ini Pesan Ayah untuk Afi, Si Penulis 'Belas Kasih dalam Agama Kita'

"Kalau pun bercerita apa masalahnya, saya sebagai orangtua juga enggak bisa kasih solusi kecuali hanya menenangkannya,"

KOMPAS.com/Ira Rachmawati
Asa Firda Nihaya, pemilik akun Afi Nihaya Faradisa, remaja asal Banyuwangi yang tulisannya viral di media sosial bersama dengan kedua orangtuanya di depan tempat tinggalnya di Gambiran Kabupaten Banyuwangi. (KOMPAS.com/Ira Rachmawati) 

TRIBUN-MEDAN.com - Wahyudi, ayah kandung Afi, mengaku tidak tahu bahwa anak pertamanya dituding melakukan plagiarisme dalam tulisan Afi yang berjudul "Belas Kasih dalam Agama Kita" yang diunggah di akun Facebook-nya pada 25 Mei 2017.

Dia baru tahu masalah tersebut saat ditanyai oleh beberapa wartawan ketika mendampingi Afi di Jakarta.

"Saya ini enggak tau apa-apa. Waktu live di Kompas TV saya sempat kaget lihat Afi tiba-tiba nangis. Dia enggak pernah seperti itu. Pas ditanya, saya pikir ya hanya karena masalah pro dan kontra sama tulisannya Afi. Saya baru paham saat banyak wartawan di Jakarta yang tanya ke saya terkait masalah itu," kata Wahyudi ketika dihubungi, Jumat (2/6/2017).

Baca: Lama Tak Nongol, Ternyata Ini Maksud Ayah Yana Zein Datang Saat Anaknya Tak Lagi Bernyawa

Baca: Perihal Aliran Uang ke Amien Rais, Begini Pernyataan Soetrisno Bachir

Baca: Pendukung Rizieq Shihab Ancam Lumpuhkan Bandara Soetta Jika Polisi Jemput Paksa

Baca: Akom Kritik Kalimat Saya Indonesia, Saya Pancasila, Kenapa?

 
Dia menganggap biasa masalah yang menimpa Afi karena pro dan kontra adalah hal yang wajar.

Tetapi di sisi lain, Wahyudi juga khawatir kejadian tersebut membuat anak pertamanya tertekan.

Menurut dia, Afi adalah anak yang tertutup dan jarang bercerita apa pun kepada kedua orangtuanya.

"Saya tidak memaksa Afi untuk bercerita. Mungkin dia enggak mau membebani orangtuanya. Kalau pun bercerita apa masalahnya, saya sebagai orangtua juga enggak bisa kasih solusi kecuali hanya menenangkannya," tutur Wahyudi.

Sejak kecil, menurut Wahyudi, Afi memang terkenal dengan anak yang teguh pendirian.

Afi juga lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar untuk membaca buku dari pada berkumpul dengan teman-teman seusianya.

"Setiap saya tanya, 'Nduk, enggak keluar sama temannya ta?'. Dia selalu bilang, 'males Pak, di rumah aja'," ungkap Wahyudi.

Terkait isu plagiarisme, dia mengaku masih percaya dengan anaknya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved