Alamak, Kaki Pasien Korban Tabrak Truk Tak Kunjung Sembuh, Rumah Sakit Malah Minta Ini

Biaya rumah sakit hingga Rp 45 Juta padahal dua hari sebelumnya mereka sempat menanyakan jumlah biaya rumah sakit anaknya yang hanya Rp 21 jutaan.

Tribun Medan / Royandi
Safikri saat mendapat perawatan dari pegawai rumah sakit setelah kelyuar dari Rumah Sakit Bina Kasih, Rabu (7/6/2017). (Tribun Medan / Royandi) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Masih ingat kejadian yang truck pengangkut alat berat menabrak belasan sepeda motor yang menunggu lampu merah di Persimpangan Jalan Gagak Hitam dan Jalan Amal?

Satu korban kecelakaan ini, Muhammad Safikri yang sempat menjalani operasi dan dirawat di Rumah Sakit Bina Kasih tidak mendapat perawatan yang baik sehingga keluarganya memindahkanya ke rumah sakit yang lebih baik lagi.

Baca: NEWSVIDEO: Ini Kondisi Truk Trailer Pemakan Korban di Gagak Hitam

Baca: NEWSVIDEO: Detik-detik Truk Trailer Tabrak Pengendara Motor

Truk Trailer penabrak pengendara sepeda motor di simpang Jalan Amal, Minggu (28/5/2017). (Tribun Medan / Victory)
Truk Trailer penabrak pengendara sepeda motor di simpang Jalan Amal, Minggu (28/5/2017). (Tribun Medan / Victory) (Tribun Medan / Victory)

Saat ini Muhammad Safikri hanya bisa terbaring meski sudah mendapat perawatan sepuluh hari di Rumah Sakit Bina Kasih.

Menurut Aisyah, ibu Safikri, kondisi kaki Safikri tidak membaik, malah tampak busuk dan bernanah.

"Karena kami lihat anak saya tidak membaik, kami berencana membawanya ke rumah sakit yang lebih baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com, Rabu (7/6/2017).

Terpisah, Utari, Tante Safikri mengatakan saat mereka hendak keluar dari Rumah Sakit Bina Kasih, pihak rumah sakit menggelambungkan biaya rumah sakit hingga Rp 45 Juta padahal dua hari sebelumnya mereka sempat menanyakan jumlah biaya rumah sakit anaknya yang hanya Rp 21 jutaan.

Baca: Alhamdulillah! Bocah Selamat dari Kecelakaan Maut Sudah Selesai Dioperasi, Begini Kondisinya

"Sempat marah-marah kami di rumah sakit itu. Bagaimana mungkin biaya rumah sakit bisa naik sebegitu banyak dalam waktu dua hari. Kemudian saya minta bill (tagihan) biaya rumah sakit yang dua hari sebelumnya itu, kasirnya bilang rusak," katanya.

"Kemudian setelah saya marah, mereka kembali melakukan penghitungan, saya bilang kalau kami mau bayar, biaya yang sepengetahuan kami diberikan kepada anak kami, totalnya hanya RP 33 jutaan, nah mereka pun kembali membuat rincian lain, bertambah sekitar Rp 3 jutaan, karena kami tidak mau terjadi masalah, makanya kami bayar dan kami minta pindah rumah sakit," ujarnya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Bina Kasih, dr Wiyoga mengatakan bahwa memang biaya rumah sakit untuk Muhammad Safikri tergolong mahal karena biaya saat operasi mahal, dan juga biaya antiobitik yang mahal.

Menurutnya biaya Rp 45 Juta yang mereka beban kan tersebut adalah biaya yang murah jika dibandingkan rumah sakit swasta yang lain.

"Biaya operasinya mahal karena ada jaringan yang hilang. Antibiotiknya pun mahal 2 jutaan harganya. Kalau soal biaya yang hanya Rp 21 juta dua hari sebelumnya dan bisa bertambah jadi Rp 45 adalah murni kesalahan kasir kami," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved