Krisis Qatar
Jemaah Haji Qatar Dilarang Masuk Mekkah, Begini Tanggapan Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi dikabarkan melarang jemaah haji Qatar memasuki Masjidil Haram di Mekkah.
TRIBUN-MEDAN.com – Pemerintah Arab Saudi dikabarkan melarang jemaah haji Qatar memasuki Masjidil Haram di Mekkah.
Harian terbitan Qatar, Al-Sharq mengabarkan, situasi ini merupakan buntut dari krisis diplomatik yang dihadapi negeri kecil itu.
Sementara itu, Komnas HAM Qatar (NHRC) mengatakan, telah menerima keluhan dari jemaah haji Qatar yang saat ini berada di Mekkah. Demikian Al-Sharq mengabarkan, Sabtu (10/6/2017).
Ketua NHRC Ali bin Smaikh al-Marri mengatakan, insiden yang melibatkan jemaah haji ini merupakan pelanggaran HAM karena mencegah jemaah Qatar melaksanakan ibadah.
NHRC mengecam keras insiden tersebut karena menjalankan ibadah dijamin dalam konvensi hak asasi manusia.
Selain itu, biasanya pemerintah Saudi tak pernah menanyakan etnis atau asal negara jemaah yang akan memasuki Masjidil Haram.
Riyadh membantah jika Arab Saudi melarang warga Qatar memasuki kota suci Mekkah, setelah keputusan pekan lalu untuk memutuskan hubungan dengan Qatar, demikian laporan Al Arabiya.
Riyadh mengkonfirmasi bahwa 206 orang yang datang dari Qatar diperkenankan melintasi perbatasan Salwa, Jumat (9/6/2017) sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah umrah di Mekkah.
Lembaga Pemerintah Arab Saudi yang mengawasi urusan kedua masjid agung di Mekkah dan Madinah mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa lembaga tersebut memberi layanan buat jamaah dari semua negara di dunia, termasuk Qatar.
Lembaga itu menggambarkan laporan yang beredar di media sosial sebagai tuduhan tanpa dasar.
Menurut Al Arabiya, beberapa kantor media pada Minggu (11/6/2017) melaporkan bahwa warga negara Qatar ditolak untuk memasuki Mekkah dan kedua masjid agung, tapi Arab Saudi telah membantah laporan tersebut.
Pada hari yang sama dengan empat negara Arab, termasuk Arab Saudi, memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, para pejabat Arab Saudi mengumumkan akan menyediakan semua fasilitas dan layanan yang diperlukan oleh jamaah Qatar yang saat ini berada di Kerajaan itu.
Arab Saudi dan beberapa negara lain Arab memutuskan hubungan dengan Qatar dengan tuduhan bahwa Doha "mendukung kelompok teror dan mencampuri urusan dalam negeri negara Arab lain".
Belakangan, pada Ahad Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi memperlihatkan tanda mengenai diredakannya ketegangan dengan Qatar, setelah satu pekan pertikaian diplomatik dengan Doha.
Pada Minggu (11/6/2017) pagi, Emir UEA Sheikh Khalifa Bin Zayed An-Nahyan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bin Saud menginstruksikan, bahwa kelonggaran mesti diperlihatkan buat keluarga Qatar-UEA dan Qatar-Saudi dengan dasar kemanusiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arab-saudi-mekkah-kakbah-tribun_20161001_204220.jpg)