Mengenang Operasi Jayawijaya yang Batal, tapi Cukup Mengharumkan Karier Jenderal Soeharto

Pak Harto pun karier militernya makin bagus karena kemudian menjabat sebagai Pangkostrad dan selanjutnya Presiden RI yang kedua.

Editor: Tariden Turnip
Soeharto.co
Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai pemimpin Operasi Jayawijaya 

TRIBUN-MEDAN.com - Pada awal tahun 1962 ketika situasi permusuhan antara Indonesia dan Belanda untuk memperebutkan Irian Barat makin memuncak, konflik militer dalam skala besar seperti berada di pelupuk mata.

Baca: Kasihan, Hampir Seluruh Penduduk Desa Ini Menjual Satu Ginjalnya

Ketegangan yang menjalar baik di kalangan politikus maupun militer akhirnya mengerucut berupa satu keputusan dan sekaligus merupakan tekad bulat bangsa Indonesia: Irian Barat harus diselesaikan secepatnya.

Selain itu didorong oleh fakta di lapangan bahwa hasil dari kegiatan infiltrasi militer telah berdampak di bidang politik, maka pegangan tentang waktu D-Day yang telah disusun tidak dapat dipertahankan lagi.

Baca: Heboh Pernikahan Anak SMP Usia 15 Tahun Duduk Manis Berdampingan di Pelaminan

Bahkan dalam waktu terbatas dan mengandalkan semua kekuatan militer yang dimiliki rencana operasi serbuan ke Irian Barat harus segera dirubah.

Fase Eksploitasi berdasarkan strategi dan bimbingan perencanaan Komando Mandala ditargetkan sudah selesai pada akhir tahun 1962.

Baca: Penampakan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Istrinya Lili Madarati di KPK

Tapi karena situasi yang makin genting Fase Eksploitasi diajukan enam bulan ke muka tanpa harus mengubah pokok konsep strategi militer yang telah disusun.

Sebagai kelanjutan dari kegiatan infiltrasi adalah perebutan terhadap sasaran terbatas untuk pangkalan aju dan didasarkan pada kemampuan maksimal dari masing-masing komponen sesuai pengembangan satuan-satuannya.

Baca: Hati-hati Protes Pelayanan Disdukcapil, atau Babak Belur Seperti yang Dialami Pria Ini

Untuk segera mewujudkan langkah perubahan itu pada 7 April 1962 diputuskan bahwa (1) Fase Infiltrasi harus dipertinggi dan dipercepat (2) Fase Eksploitasi dilakukan pada awal juli 1962.

Dimajukannya waktu enam bulan ke depan langsung berpengaruh besar terhadap pengembangan kekuatan setiap komponen angkatan.

Baca: Perempuan Ini Ditodong Pakai Pistol di Depan Lift, Ini Videonya

Dalam Fase Eksploitasi, sesuai rencana, operasi militer yang dilaksanakan adalah B-2, yakni operasi militer dengan sasaran terbatas terhadap kawasan Sorong dan Fakfak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved